Melanggar Regulasi PSBB, 25 Perusahaan di Jakarta Harus Ditutup

<pre><pre>Melanggar Regulasi PSBB, 25 Perusahaan di Jakarta Harus Ditutup

[ad_1]

JAKARTA, iNews.id – Sebanyak 25 perusahaan atau tempat kerja di Jakarta ditutup sementara oleh Kantor Pekerjaan, Transmigrasi, dan Ketenagakerjaan Jakarta. Perusahaan tersebut melanggar Social Barriers to Large Scale (PSBB).

Menurut data dari Departemen Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertrans-E) Jakarta yang diterima di Jakarta pada Senin (20/4/2020), penutupan 25 perusahaan tersebut didasarkan pada inspeksi mendadak yang dilakukan di lima wilayah administrasi kota dan satu kabupaten di DKI Jakarta dari awal periode PSBB untuk mengatasi wabah Covid-19 pada hari Jumat (10/4) hingga Jumat (17/4).

Perusahaan atau tempat kerja adalah bisnis yang beroperasi di luar 11 sektor yang dikecualikan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Lokasinya tersebar di empat wilayah, yaitu Jakarta Pusat (delapan), Jakarta Barat (11), Jakarta Utara (empat) dan Jakarta Selatan (dua).

Sebanyak 25 perusahaan harus ditutup sementara karena mereka berada di luar 11 sektor bisnis yang diizinkan beroperasi selama PSBB berdasarkan Peraturan Gubernur (Peraturan) No. 33 tahun 2020 Pasal 10.

Sebelas sektor bisnis diizinkan beroperasi selama PSBB, yaitu kesehatan, makanan / makanan / minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, layanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai industri nasional dan benda tertentu dan kebutuhan sehari-hari.

Hingga Jumat lalu (4/4), Dinas Tenaga Kerja dan Transmisi DKI Jakarta telah melakukan inspeksi di 215 perusahaan / tempat kerja di Jakarta. Selain penutupan sementara 25 perusahaan, pemerintah mengeluarkan peringatan kepada 190 perusahaan yang tersebar di seluruh Jakarta.

190 perusahaan tersebar di berbagai wilayah di DKI Jakarta dengan rincian Jakarta Pusat (46), Jakarta Barat (34), Jakarta Utara (29), Jakarta Timur (38), Jakarta Selatan (39), dan Kepulauan Seribu (empat).

Selama periode PSBB, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pekerjaan Jakarta, Transmigrasi dan Personil DKI menyatakan bahwa masih ada 200 perusahaan yang masih beroperasi. Menurut Kadisnakertrans-E DKI Jakarta Andri Yansah, telah mendapat izin dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

"Jelas, perusahaan yang termasuk tidak dikecualikan. Tetapi (200 perusahaan) mendapat persetujuan dari Kementerian Perindustrian," kata Andri dalam keterangannya, Kamis (16/4).

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

[ad_2]

Source link