Mendapatkan Rp 100.000 itu sulit

Imbas PSBB, Driver Taksi Online: Dapat Rp100 Ribu Aja Susah

[ad_1]

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Pengemudi taksi online percaya kehilangan penumpang di tengah penggunaan Skala Sosial (PSBB). Karena, di jantung PSBB, masyarakat termotivasi untuk tinggal di rumah. Semua pejabat diminta untuk menutup dan beralih bekerja dari rumah.

Ketua Online Driving Association (ADO) Wiwit Sudarsono mengatakan pendapatan pengemudi taksi online lebih buruk. Mendapatkan Rp 100.000 sangat sulit, kata Wiwit.

"Jelas, keberadaan PSBB membuat kita lebih buruk, hanya pada awal WFH ada penurunan. Penghasilan kita hanya akan hilang di tengah PSBB ini. Mendapatkan 100.000 IDR per hari itu sulit," kata Wiwit. 2020).

Beginning menjelaskan bahwa secara teratur sopir taksi dapat melakukan hingga 16 perjalanan sehari rata-rata. Sejak Jakarta mulai menerapkan darurat Corona bahkan ke PSBB, tidak jarang hanya mendapat 2 perjalanan sehari.

"Biasanya hari normal bisa 10-16 perjalanan sehari. Karena ada WFH, terutama PSBB, paling banyak 6 pesanan. Kadang hanya 1-2 pesanan, kalau itu benar-benar sial," jelas Wiwit.

Itu hanya jumlah perjalanan, tidak ada penghasilan. Sayangnya menurut Wiwit, pengemudi juga mendapat perjalanan singkat yang biayanya hanya sekitar Rp 15-20 ribu. Secara teratur, setidaknya satu hari dapat berharga hingga $ 400, sekarang Rp 100.000 sulit.

"Dari segi pendapatan, kita akan melihat perjalanan lagi, apakah ongkosnya tinggi atau tidak? Apalagi jika bepergian hanya $ 15, Rp 20, Rp 100.000 per hari benar-benar sulit. sehari bisa Rp 350.000 – Rp 400 ribu membuat kita sehari, "kata Wiwit.

Karena dia juga berkata, dia dan teman-temannya sekarang dipaksa untuk tetap 'menarik'. Alasannya adalah bahwa tidak ada cara lain untuk mendapatkan uang selain mencoba keberuntungan di jalan.

"Teman-teman masih beroperasi pada banyak dari mereka, meskipun kesepian. Karena mereka juga tidak memiliki cara untuk mendapatkan lebih banyak," kata Wiwit. (*)

[ad_2]

Source link