Mengenalkan Olahraga MMA Agar Tenar di Tanah Air

Mixed Martial Arts boleh dibilang semakin semakin banyak di Indonesia ketika ini. Banyak orang yang hendak memajukan olahraga tersebut sehingga Indonesia tak hanya sekadar jadi penikmat.

Olahraga yang identik dengan kekerasan ini memang tadinya sulit mendapat lokasi di hati masyarakat Indonesia. Tapi lambat laun seiring mulai menjamurnya lokasi kursus beladiri muay thai dalam sejumlah tahun terakhir, Mixed Martial Arts atau biasa dinamakan MMA mulai naik daun.

Ilustarsi MMA

Tak hanya sekadar jadi olahraga guna dipertandingkan, MMA bahkan telah jadi gaya hidup kaum urban belakangan ini. Baik lelaki maupun perempuan sama-sama hendak menekuni olahraga tersebut demi kesehatan raga masing-masing.

Jangan heran bila tidak sedikit orang yang kini pun mengidolai atlet-atlet MMA luar negeri dan gemar memperhatikan duel-duel seru macam ONE Championship atau UFC yang begitu tenar. Di Indonesia sendiri, di antara stasiun TV swasta, TV One, sudah mengaktifkan acara tersebut sejak lama yang bertema ONE Pride MMA.

Hal tersebut sudah memperlihatkan betapa pesatnya pertumbuhan olahraga MMA itu. Maka wajar andai MMA bakal mulai dipertandingkan di SEA Games 2019 Filipina nanti, yaitu dari cabang kickboxing. Cabor itu rencananya dibuntuti empat negara Asia Tenggara yang mempertandingkan enam nomor putra dan dua nomor putri.

Nah, guna mendapat hasil rapi di sana, tentu perlu persiapan matang dan pun latihan keras, khususnya di bawah arahan pelatih berpengalaman. Maka dari tersebut salah satu penggiat MMA mempunyai nama Marlaut Farhan Hutapea hingga harus belajar ke Thailand guna menimba ilmu.

Farhan belajar di Master Toddy school of Muaythai Bangkok semenjak 2016 dan meraih sertifikat dua tahun setelahnya. Di samping belajar, Farhan pun mengadu ilmu di sana dengan meraih sejumlah gelar laksana Muay Thai Best Performance, Kick Boxing Day Best Performance KO Winner, Kick Boxing Boss KO Winner, dan Boxing GFL Winner.

Pulang-pulang dari Negeri Gajah Putih itu, Farhan mengantungi gelar Kru Termuda dalam World Muaythai Association (WMA) dan berhak menjadi pelatih profesional di Tanah Air. Dia pun bercita-cita bisa menularkan ilmu kepelatihannya untuk calon atlet tarung bebas asal Indonesia supaya bisa dikenal di dunia internasional.

“Kami memang punya destinasi untuk membangun calon-calon atlet MMA profesional dan menolong prestasi cabang beladiri gabungan ini supaya berprestasi secara internasional. Kami hendak olahraga MMA di Indonesia dapat maju sebab saat ini peminatnya sudah lumayan banyak,” ujar Farhan dalam pembicaraan dengan detikSport dan sebanyak wartawan di sasana pelajaran MMA miliknya, H-Brother, di Raffles Hills, Cibubur, Minggu (17/2) senja WIB.

H-Brother kepunyaan Farhan sendiri telah berlisensi dan mengadosi program-program pembinaan Thai Boxing dari Thailand dengan modifikasi menjadi pelatihan khas Indonesia. Sejumlah pelatih kawakan pun pun direkrut oleh H-Brother.

“Kami memang tidak mengadopsi seluruh program dari Thailand dan bakal memaksimalkan teknik-teknik bela diri yang telah ada di Indonesia. Apa yang terdapat di Thailand tidak bisa sepenuhnya diterapkan di Indonesia. Tapi saya optimisti program saya bisa berlomba di kancah Internasional. Saya hendak olahraga ini lebih tenar di Tanah Air,” sambung Farhan yang kelahiran 1996 itu.

Farhan pun berturut-turut karena sasana miliknya telah berafiliasi dengan ONE Pride MMA sehingga semua atlet binaannya dapat mendapat jam terbang dengan tampil di ajang tersebut. Meski MMA menjadi konsentrasi utamama, Farhan pun menyediakan pelajaran kebugaran lain laksana yoga, cross fit, dan lainnya.

“Selama ini saya dan anda selalu tanding berdiri. Makanya guna bisa berlomba harus menambah teknik grappling laksana gulat dan jiujitsu. Makanya di sini (H-Brother) kami memerapkan pelatihan komplit,” tutur di antara staf pelatih, Mustadi Anetta, yang menggeluti olahraga tarung semenjak 1995 itu.