Menyusul surat Gubernur Kalimantan Barat, angka ODP di Ketapang melonjak

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Ketapang, Rustami menjelaskan perkembangan kasus Covid-19 di Ketapang

[ad_1]

KalbarOnline, Ketapang – Jumlah orang yang berada di bawah pengawasan (ODP) virus koroner atau Covid-19 di Kabupaten Ketapang telah meningkat dari 110 menjadi 246 sekarang dengan penyebaran di 12 Wilayah di 39 Desa dan Kecamatan di Kabupaten Ketapang.

Angka itu melonjak setelah Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengeluarkan perintah pengetatan untuk semua orang yang memasuki Kalimantan Barat melalui pintu masuk udara, darat dan laut pada Senin (13/4/2020) dan kemudian melalui surat edaran 553/1001 / Dishub-A.

Dinyatakan bahwa setiap orang yang memasuki wilayah Kalimantan Barat, baik melalui bandara, pelabuhan dan perbatasan secara otomatis menjadi orang yang memantau (ODP) dan diharuskan dikarantina selama 28 hari.

"Hari ini ada 136 penambah ODP, karena disesuaikan dengan surat edaran gubernur bahwa semua yang datang dari daerah yang terinfeksi tidak akan menjadi ODP," kata Juru Bicara Covid-19, Rustami, Jumat (17/17) 4/2020).

Rustami mengatakan ada juga pasien tambahan dengan pengawasan (PDP) 7 orang. Hingga saat ini, jumlah PDP di Ketapang adalah 15, dengan 10 jenis kelamin dan 5 perempuan tersebar di 5 kabupaten. Yaitu, di Daerah Delta Pawan 3 orang, Nanga Tayap 3 orang, Benua Kayong 6 orang, Sungai Melayu 2 orang dan Muara Pawan 1 orang.

"Tujuh PDP berada dalam kategori PDP ringan sampai mereka mengalami isolasi di rumah. 8 PDP lainnya berada di kamp pengawasan Ketapang Covid-19 di jalan-jalan kota," katanya.

Sementara itu, tidak ada tambahan pada Covid-19 pasien positif dari Kabupaten Ketapang, tetapi 1 pasien dengan Covid-19 dikonfirmasi dari Distrik Kayong Utara (KKU) yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Agoedjam di Ketapang.

"Jadi hari ini (Jumat) di ruang isolasi di Rumah Sakit Agoesdjam Ketapang ada 2 kasus positif Covid-19, 1 dari Ketapang dan 1 dari KKU. Kami juga mengatakan bahwa untuk pasien dari Ketapang kondisinya semakin baik dan lebih baik," katanya.

Untuk itu, lihat perkembangan kasus Covid-19 di Ketapang dengan hasil uji reaktif cepat terhadap 11 orang. Sebagai perwakilan dari pemerintah Kabupaten Ketapang, ia kembali meminta seluruh masyarakat Ketapang untuk bekerja bersama untuk mematuhi aturan dan banding yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk memutuskan rantai distribusi Covid-19.

"Karena tidak perlu berkumpul, hindari tempat-tempat ramai, untuk selalu bersih dengan mencuci tangan dengan sabun, jaga minimal 1 meter ketika berbicara, memakai topeng dan tidak bepergian ke luar kecuali sangat mendesak," katanya. (Adi LC)

[ad_2]

Source link