Mulyadi Mendesak Pemerintah Negara Bagian Sumatra Barat untuk Mengambil Tes Cepat Co-19 Besar

Mulyadi Dorong Pemda Sumbar Lebih Masif Lakukan Rapid Test Covid-19

[ad_1]

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia di Sumatra Barat (Sumatra Barat) II Mulyadi mendesak pemerintah daerah (pemerintah) untuk melakukan tes cepat virus Covid-19 atau virus koroner. Dia mengatakan ini harus dilakukan karena virus menyebar setiap hari.

"Menurut pendapat saya, pemerintah Sumatera Barat harus segera melakukan uji cepat covid-19 skala besar di masyarakat. Dengan tetap berpegang pada hasil ini, kita dapat segera mengambil tindakan pencegahan," kata Mulyadi.

"Kami melihat bahwa di Sumatera Barat, penyebaran co-19 meningkat, sehingga pemerintah daerah harus responsif," tambahnya.

Mulyadi juga menyesalkan lamarannya kepada pemerintah daerah belum menerima tanggapan yang berarti. Karena wakil rakyat telah menyarankan kepada pemerintah Sumatera Barat untuk membeli co-19 peralatan uji cepat.



"Satu setengah bulan yang lalu saya menyarankan kepada pemerintah Sumatera Barat agar perangkat segera dibeli tetapi sampai saat ini," kata Mulyadi.

Anggota Komisi juga mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, harga tes kecepatan tidak terlalu mahal. Dengan biaya Rp. 1,5 miliar dapat memperoleh 30.000 alat uji kecepatan covid-19.

"Saya mendapat informasi dari seorang teman saya yang juga anggota Parlemen Indonesia. Teman saya membeli 30.000 alat dengan harga satu setengah miliar," katanya.

Apalagi sekarang bahwa pemerintah Sumatera Barat memiliki anggaran untuk mengatasi penyebaran virus covid-19 di masyarakat. Karena itu, ia menekankan bahwa pemerintah daerah harus segera membeli dan melakukan tes komprehensif di masyarakat.

"Jangan berdiri diam oleh pemerintah pusat karena yang mereka hadapi adalah Indonesia, pemerintah daerah juga memiliki anggaran co-19. Jadi saya meminta pemerintah daerah untuk segera melakukan tes co-19 komprehensif di masyarakat sehingga penyebarannya dipantau," katanya. disimpulkan. (*)

[ad_2]

Source link