NASA membuat pengumuman mengejutkan di tengah-tengah Corona Pandemic

<pre><pre>NASA membuat pengumuman mengejutkan di tengah-tengah Corona Pandemic

[ad_1]

Ilustrasi pesawat ruang angkasa Space Dragon Crew.

Spacex
Ilustrasi pesawat ruang angkasa Space Dragon Crew.

AS atau NASA Aeronautics and Space Administration membuat pengumuman mengejutkan di tengah pandemi Corona Virus COVID-19. Mereka akan mengirim dua astronot ke luar angkasa pada 27 Maret 2020.

Kedua astronot akan diterbangkan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) menggunakan roket dan pesawat ruang angkasa yang dijadwalkan terbang dari Bandara Kennedy Space Center, Florida, AS, pada akhir bulan depan.

Roket dan pesawat ruang angkasa dikembangkan oleh perusahaan swasta SpaceX. NASA telah menggunakan roket Rusia untuk penerbangan sejak lepas landas pada tahun 2011.

Bob Behnken (Kiri) dan Doug Hurley

Reuters
Bob Behnken (Kiri) dan Doug Hurley

Jika berhasil, SpaceX, yang dipimpin oleh miliarder Elon Musk, akan menjadi perusahaan swasta pertama yang mengirim astronot NASA ke luar angkasa.

Roket Falcon Nine dan pesawat ruang angkasa Dragon Crew akan diluncurkan dari Pad 39A, landasan pacu bersejarah di Kennedy Space Center yang sebelumnya digunakan untuk Apollo dan misi luar angkasa.

Astronot Bob Behken dan Doug Hurley akan melakukan perjalanan 24 jam untuk mencapai ISS. Seorang astronot AS dan dua astronot Rusia kini berada di ISS.

Sebelumnya, NASA sedang berpikir untuk mengubah Bulan menjadi film Star Wars dengan meletakkan teleskop di sana. Bagian gelap Bulan dipilih untuk menjadi observatorium karena daerahnya yang tenang dan ruang yang luas.

Mereka memiliki ide untuk menempatkan teleskop di kawah selebar satu kilometer, membuatnya terlihat seperti Bintang Mati. Inovasi ini disebut Lunar Crater Radio Telescope (LCRT).

Proyek ini memiliki nilai investasi US $ 125rb atau sekitar $ 1,9 miliar yang diambil dari program Innovative Advanced Concept (NIAC). Gagasan ini ditemukan oleh robot NASA Saptarshi Bandyopadhyay.

Lihat artikel asli