NU & Muhammadiyah Tolak Proposal Untuk Melepaskan Fatwa Gratis Selama Penobatan

<pre><pre>NU & Muhammadiyah Tolak Proposal Untuk Melepaskan Fatwa Gratis Selama Penobatan

[ad_1]

Eramuslim – Dua organisasi massa Muslim terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), telah menolak proposal untuk membuat keputusan membiarkan umat Islam berpuasa tanpa Ramadhan di tengah situasi Covid-19. Proposal yang ditujukan kepada Dewan Cendekiawan Indonesia (MUI) telah menyebar di media sosial baru-baru ini

Ketua Majelis PP Tabligh Muhammadiyah Ustadz Syamsul Hidayat mengatakan usulan untuk membuat keputusan itu tidak tepat karena sebagian besar Muslim Indonesia masih sehat.

"Usulan itu tidak akurat, karena banyak atau sebagian besar umat Islam sehat dan memiliki istitha`ah (kemampuan) untuk berpuasa," kata Ustadz Syamsul ketika dihubungi, Minggu (19/4).



Dia menjelaskan bahwa semua Muslim, yang cerdas, pusing, sehat dan tidak bepergian harus berpuasa selama bulan Ramadhan. Namun, jika seorang Muslim sakit atau dalam perjalanan ia tidak diperbolehkan berpuasa.

"Sementara mereka yang dapat digantikan oleh fidyah adalah mereka yang dilarang berpuasa, mungkin karena usia tua atau mungkin karena kerja keras," katanya.

Dia juga memberikan contoh tenaga medis yang berjuang untuk mengatasi pasien Covid-19. Menurutnya, tenaga medis dengan tugas yang sangat berat juga diperbolehkan berpuasa dan menggantinya dengan fidyah.

Namun, dia mengatakan kondisi medis seperti itu harus ditinjau oleh seorang ahli fiqh. Dia juga berharap para cendekiawan dan pengkhotbah di Indonesia dapat menentang proposal fatwa dengan penjelasan yang lebih komprehensif.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

[ad_2]

Source link