Optimalisasi Peningkatan Siap Pakai dalam Produktivitas Pertanian

<pre><pre>Optimalisasi Peningkatan Siap Pakai dalam Produktivitas Pertanian

[ad_1]

Petani menggunakan alsintan. Foto: Kementerian Hubungan Masyarakat

jpnn.com, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementerian) terus fokus untuk menyediakan makanan bagi masyarakat pasca pandemi COVID-19.

Untuk memastikan ketersediaan stok pangan, berbagai program peningkatan produksi pertanian telah dilaksanakan. Salah satunya adalah kegiatan Optimalisasi Lahan Pertanian di kawasan rawa yang dilakukan dengan melibatkan langsung petani melalui pola padat karya.

Dalam mengembangkan infrastruktur lahan pertanian melalui pola yang solid dari pekerjaan ini, Direktorat Infrastruktur dan Fasilitas Pertanian pada tahun 2020 menyediakan kegiatan optimasi lahan rawa di 14 provinsi.

Komponen kegiatan Optimalisasi Rawa meliputi: Rehabilitasi / pembangunan jaringan irigasi, tanggul, tahap banjir di tingkat petani, pengadaan pompa air, pengadaan pipa / bendungan, konstruksi jembatan untuk pertanian dan persiapan / pemrosesan lahan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan indeks budidaya dan / atau produktivitas pertanian di rawa, yang semula dilakukan setahun sekali menjadi dua kali setahun.

Selain itu, melalui kegiatan optimasi lahan basah diharapkan dapat memberikan penghasilan tambahan bagi petani lokal, melalui insentif tenaga kerja untuk kegiatan peningkatan infrastruktur lahan dan air.

Menteri Pertanian Syahrul (YLL) Yasin Limpo (SYL) mengatakan optimalisasi lahan rawa adalah jawaban untuk ketersediaan pangan masa depan Indonesia, di tengah pertumbuhan populasi yang lebih cepat karena lahan pertanian menjadi terpinggirkan. "Kegiatan optimalisasi lahan rawa tidak hanya fokus pada pekerjaan infrastruktur lahan dan air di rawa," kata Menteri Pertanian SYL.

Namun, tambah Menteri Pertanian SYL, lokasi yang memasuki daerah optimisasi rawa dapat menawarkan bantuan dalam fasilitas produksi pertanian, seperti herbisida, dolomit, benih, pupuk hayati, pupuk NPK, ternak (bebek), hortikultura, dan bantuan pemerintah lainnya.

[ad_2]

Source link