PBB menyerukan umat Islam untuk melakukan sholat Tarawih di rumah

<pre><pre>PBB menyerukan umat Islam untuk melakukan sholat Tarawih di rumah

[ad_1]

JAKARTA, iNews.id – Dewan Eksekutif Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak masyarakat untuk melaksanakan Doa Tarawih selama bulan Ramadhan 144i Hijriah di rumah mereka. Ini mengingatkan pada wabah virus koroner atau Covid-19 yang masih berlangsung.

Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan melakukan pekerjaan rumah tangga adalah upaya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan. Tarawih di rumah tidak akan mengurangi kualitas ibadah.

"PBB menyerukan Shalat Tarawih di rumah mereka. Itu tidak mengurangi ganjaran, karena mereka berdua beribadah. Upaya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan juga merupakan perintah Tuhan," kata Said saat Covis-19 menangani dan membantu pencegahan di Jagakarsa, Jakarta Selatan pada hari Sabtu (4/4/2020)

Said mendesak masyarakat untuk menjaga keselamatan dan kesehatan selama wabah Covid-19 dengan tinggal di rumah, bekerja di rumah, beribadah di rumah. Selain itu, selalu ikuti seruan dari pemerintah dan PBB.

Dia juga meminta orang untuk menunda rencana untuk kembali ke kota asalnya untuk mencegah penyebaran virus koroner, yang menyebar dengan cepat. Menunda pengembalian dapat mengurangi potensi pengiriman.

Selain itu, ia juga berharap agar masyarakat tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat menyebabkan orang terluka. Salah satunya adalah Tour Perjalanan Takbir.

"Lingkungan tidak perlu. Mereka tidak perlu pulang dari Jakarta, untuk melindungi keamanan mereka," kata penjaga Hostel Islam Al Tsaqafah, Ciganjur, Jagakarsa.

Menurut Aqil Siroj, bersama-sama dengan NU's Preventive Unit Preventing Covid-19 untuk mendistribusikan bantuan dalam bentuk pasokan makanan kepada masyarakat dan pembersihan tangan untuk pengguna jalan di kabupaten Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Selain itu, NU Caring Task Force Prevent Covid-19 juga meluncurkan uji desinfeksi dan kecepatan di kediaman Said Aqil.

Bantuan yang diberikan oleh NU adalah bentuk kepedulian terhadap komunitas di pusat wabah virus mematikan ini.

Said juga meminta orang-orang untuk berdoa bersama untuk wabah dan umat Islam untuk beribadah lebih baik, terutama selama bulan Ramadhan.

"Mari kita minta Tuhan untuk mengangkat mahkota selama bulan suci Ramadhan dan biarkan kita memiliki tarawih, tadarus, puasa selama satu bulan puasa dan jatuh," katanya.

Jika wabah tidak berakhir, Said mengatakan, masyarakat didesak untuk melanjutkan upaya mereka dengan mengikuti panggilan pemerintah dan PBB.

Editor: True Zen

[ad_2]

Source link