PDP dengan Tes Kecepatan Positif di Chennai Lulus

<pre><pre>PDP dengan Tes Kecepatan Positif di Chennai Lulus

[ad_1]

Newslampungterkini.com, Chennai – Satuan Tugas Covid-19 untuk Accelerated Covid Response District of Chennai meluncurkan 1 Pasien Di Bawah Pengawasan (PDP) dengan hasil Rapid Diagnostic Test (RDT) dinyatakan meninggal.

Pria berusia 55 tahun itu telah menjalani perawatan medis di RSBA Purwakarta, di mana ia meninggal pada hari Sabtu, 18 April 2020 sekitar pukul 5:00 sore.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Co-19 Task Force, Dr. Deni Darmawan mengatakan mayat-mayat para pasien dimakamkan di Pemakaman Umum Distrik Bungursari (TPU) dengan SOP korban Covid-19 dan memperoleh pengamanan ketat dari alat militer-polisi.

"Meskipun belum dipastikan bahwa dia meninggal karena koronal positif, menurut SOP, penguburan dilakukan oleh pejabat menggunakan APD dan juga steril dari masyarakat," katanya.

Gugus Tugas ini juga mengajak semua sektor masyarakat untuk tetap tenang dan optimis dalam menghadapi epidemi global ini.

Sejumlah langkah yang diantisipasi sedang dilakukan oleh Pemerintah Chennai melalui kelompok tugas bersama-19, di antaranya, Kantor Kesehatan terus melakukan tes cepat (inspeksi) dan pencarian (pelacakan) bagi mereka yang berhubungan dekat dengan pasien yang diawasi.

"Hari ini, kami mencatat, ada 161 ODPs, 21 PDPs, 5 Positif dan 1 mati dengan hasil tes cepat positif," kata Deni.

Sementara itu, atas tindakan pencegahan teritori, kontrol sejumlah jalan meliputi; Jalan Veteran, Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Gandamanah dioperasikan oleh SOC dan Departemen Penghubung dan lembaga terkait lainnya.

Ia juga dikenal untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Chennai dan sekitarnya.

Satuan Tugas juga menutup jalan dan arus lalu lintas di sepanjang Jalan Veteran (Pembaruan Taman), Jalan Jenderal Sudirman ke Jalan RE Martadinata (persimpangan T Suryo) dan kawasan Danau Bundar. Penutupan jalan akan dari 5 pagi-5 sore.

"Kami juga mendesak warga untuk terus menerapkan rekomendasi pemerintah, baik fisik maupun sosial, agar mereka aman dari penyebaran Covid-19," kata Deni Darmawan.

(Bg / Kmf)

[ad_2]

Source link