Pembaruan Corona Senin, 20 April: Sebanyak 590 orang meninggal karena Covid-19

Devira Prastiwi

[ad_1]

Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Metropolitan Jakarta mencatat pelanggaran selama Pelarangan Sosial Skala Besar (PSBB). Data ini dikumpulkan dari 13 April 2020 hingga 19 April 2020.

Kepala Kepolisian Mumbai Kombes Sambodo mengatakan bahwa selama waktu itu, ada 18.958 pelanggaran yang dilakukan oleh pengemudi roda dua dan roda empat.

Dia mengatakan bahwa pada hari Senin, 13 April 2020 atau hari pertama PSBB Jakarta beroperasi, petugas membatasi 3.474 pelanggaran.

Jumlah ini turun pada hari Selasa, 14 April 2020 dengan total 2.090 pelanggaran. Jumlahnya turun lagi pada hari Rabu, 15 April 2020 dengan 1.337 pelanggaran.

Selain itu, jumlah pelanggaran meningkat lagi pada hari Kamis 16 April 2020 menjadi 1.715 pelanggaran. Demikian pula, pada hari Jumat, 17 April 2020, ada 3.990 pelanggaran.

Sementara itu, jumlah pelanggaran selama PSBB Jakarta turun lagi pada hari Sabtu, 18 April 2020, menjadi 3.451 dan pada hari Minggu, 19 April 2020, dengan 2.901 pelanggar.

Sambodo mengatakan peningkatan jumlah pelanggar selama dua hari terakhir adalah karena tindakan polisi yang besar. Jika tindakan sebelumnya hanya dilakukan di pos pemeriksaan atau pos pemeriksaan, pada kedua hari tersebut, tindakan tersebut juga dilakukan di pos pemantauan lalu lintas.

"Ya (ada peningkatan), karena dua hari terakhir telah terjadi peningkatan teguran di pos pemantauan, bukan hanya pos pemeriksaan," kata Sambodo.

Jenis pelanggaran yang dilakukan dalam undang-undang tersebut adalah taksi sepeda motor penumpang online, tidak memakai masker dan sarung tangan, suhu tubuh di atas kondisi, pengemudi roda dua tanpa kartu identitas dengan penumpang, jumlah penumpang melebihi kapasitas dan ketidakpatuhan terhadap jam.

"Ada beberapa yang tidak menjaga jarak antar penumpang," kata Sambodo.

[ad_2]

Source link