Pembaruan Jawa Timur Covid-19: Positive 555, Heal 98, Death 54

[ad_1]

Surabaya (newsjatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan pernyataan media untuk memperbarui data kasus Covid-19 di Jawa Timur. Pada 18 April 2020 pukul 19.00, ada 1.626 orang di bawah pengawasan (ODP), 1919 pasien di bawah pengawasan (PDP) dan Covid-19 (coronavirus) 555 orang.

"Jadi, dari 555 orang positif untuk Covid-19 di Jawa Timur, ada 33 lebih. Mereka yang pulih dari 2 hingga 98 meninggal dan 6 lebih dari 54 orang," katanya kepada wartawan setelah Konferensi Pers di Gedung Grahadi Negara Surabaya, Sabtu. (4/4/2020) Malam.

Gubernur merinci 555 orang positif di Jawa Timur, terdiri dari 270 orang dari Surabaya, 17 Kabupaten Malang, 8 Malang, 2 Kota Batu, 10 dari Magetan, 56 dari Sidoarjo, 13 Kediri, 7 Kediri, 20 Gresik, 2 Kabupaten Blitar, 2 Kota Blitar, 8 Lumajang, 4 Jember, 11 Situbondo, 1 Bondowoso, 3 Banyuwangi, 5 Pamekasan, 16 Tulungagung, 7 Gelombang, 9 Nganjuk, 3 Kabupaten Madiun, 6 Ponorogo, 1 Trenggalek, 27 Lamongan, 5 Bangkalan, 1 Pacitan, 1 4 Bojonegoro, 3 Tuban, 11 Kabupaten Pasuruan, 2 Kotamadya Pasuruan, 16 Kabupaten Probolinggo, 4 Kota Probolinggo, dan 1 Kabupaten Mojokerto.

Dari data, 54 pasien meninggal, yaitu 1 di Kabupaten Malang, 29 di Surabaya, 6 di Sidoarjo, 2 di Gresik, 2 di Lamongan, 4 di Kabupaten Kediri, 1 di Magetan, 1 Pamekasan, 1 Bojonegoro, 2 Lumajang, 1 Kota Pasuruan, 1 Banyuwangi, 1 Jember, 1 Kabupaten Blitar dan 1 Tuban.

Ada 98 dikonfirmasi negatif. Artinya, mereka sudah pulih. Yaitu, 12 dari Malang, 1 Kota Batu, 45 dari Surabaya, 5 dari Sidoarjo, 2 dari Yunani, 4 Lamongan, 1 dari Kabupaten Blitar, 1 dari Kota Blitar, 8 dari Magetan, 2 dari Kediri, 1 Desember, 2 Kediri , 6 Situbondo, 1 Tulungagung, 1 Kabupaten Madiun, 1 Lumajang, 1 Kota Probolinggo, 1 Ponorogo, 1 Bondowoso, 1 Bangkalan dan 1 Banyuwangi.

Untuk alasan ini, Gubernur Khofifah menekankan bahwa untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan langkah-langkah pencegahan Covid-19. "Menjaga jarak sosial, olahraga, tinggal di rumah dan keluar hanya gaya hidup yang mendesak, bersih dan sehat, mencuci tangan dengan baik, tidak pernah mengundang atau datang ke publik terlebih dahulu. Jangan menciptakan suasana yang akan membuat Anda takut. tidak boleh dianggap enteng. Kewaspadaan harus ditanggung. Kenakan masker setiap kali meninggalkan rumah, "pungkasnya.. (tok / kun)

[ad_2]

Source link