Pemerintah Kota Medan Mempertimbangkan Penegakan PSBB dan Pengasingan Cluster

Reza Efendi

[ad_1]

Report6.com, Medan Pemerintah Kota Medan (Pemko) membahas implementasi sanksi sosial berskala besar (PSBB) dan isolasi kelompok terkait dengan wabah virus Corona COVID-19. Konsep ini sedang ditinjau oleh tim ahli dan Satuan Tugas Memegang COVID-19

Konsep ini adalah hasil dari proposal yang diberikan oleh Tim Ahli Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) sebagai tanggapan terhadap Penjabat Walikota Wilayah, Akhyar Nasution, dalam menangani virus Corona COVID-19.

"Pertemuan menghasilkan beberapa pandangan dan dua opsi," kata Akhyar, pada Pertemuan Ahli tentang Rekomendasi Satuan Tugas di Gedung Serbaguna PKK di Kota Medan, Jalan Proyek Rotan, Medan Petisah, Senin (20/4/2020).

Akhyar menjelaskan bahwa opsi pertama untuk mengatasi virus COVID-19 Corona di Medan adalah PSBB. Tetapi melihat situasi Kota Medan, menurut para ahli PSBB, itu belum diimplementasikan.

Jadi alternatifnya adalah isolasi kelompok. Dengan melihat pergerakan data di kota Medan, sistem isolasi kelompok siapa yang sakit dia diasingkan. Kontrol lebih terfokus dengan nama dengan alamat.

"Tim sudah memiliki data," katanya.

Akhyar bersama dengan tim ahli dan Satuan Tugas akan segera membuat Keputusan (SK) yang mengatur semua hal terkait isolasi kelompok yang. Kemudian aturan gugus tanggap darurat akan dirumuskan dan diserahkan kepada Satuan Tugas.

"Peraturan tentang tanggung jawab dan hak akan disusun nanti," kata Akhyar.

Di masa depan, jika aturan Satuan Tugas diselesaikan, sejauh ini hanya dalam bentuk banding, mereka akan diperkuat oleh sanksi yang dikenakan jika mereka melanggar aturan, terutama mengenai isolasi kelompok.

"Saya berharap publik akan mempersiapkan dan mematuhi aturan untuk saling menguntungkan dalam mencegah penyebaran COVID-19," katanya.

[ad_2]

Source link