Pemerintah Kota Pontianak Akan Mengangkat Layang-Layang Karena Gangguan Listrik

<pre><pre>Pemerintah Kota Pontianak Akan Mengangkat Layang-Layang Karena Gangguan Listrik

[ad_1]

Merdeka.com – Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengancam akan melancarkan serangan layang-layang karena dianggap telah mengganggu pasokan listrik ke pelanggan. Razia akan menargetkan pemain, penjual ke layang-layang.

"Masih banyak warga yang tidak mengetahui bahaya bermain layang-layang. Karena itu, Kepolisian Kota Pontianak akan terus melakukan razia untuk membawa pesanan kepada pemain, penjual dan bahkan pembuat atau layang-layang," katanya di Pontianak, seperti dilansir Antartika. , Minggu (19/4).

Dalam kasus pandemi Covid-19, anak-anak yang dekat dengan kegiatan belajar di sekolah diharapkan untuk terus belajar di rumah. Tapi yang terjadi adalah anak-anak bermain layang-layang.

"Kami akan secara teratur menyerang dan merespons pembuat, penjual, dan pembuat layang-layang," kata Edi.

kampanye mengakhiri bahaya layang-layang

Sementara itu, Manajer PLN UP3 Pontianak Didi Kurniawan Abuhari mengatakan kabel layang-layang adalah penyebab utama pemadaman listrik di Kota Pontianak, Benteng dan daerah sekitarnya. Keberadaannya sudah mengkhawatirkan karena mengancam keberlanjutan pasokan listrik ke rumah pelanggan.

"Kami menantikan dukungan dan kepedulian warga kami untuk bersama-sama menjaga keandalan pasokan listrik kami, setidaknya dengan tidak bermain layang-layang, terutama dengan kabel. Tidak peduli seberapa keras kami berusaha menjaga keandalan pasokan listrik kami, jika begitu banyak orang tidak peduli dan masih memainkan layang-layang "Tentu saja upaya kita akan sia-sia," kata Didi.

Sebelumnya, kabel layang-layang kembali menghantam jaringan listrik di dekat Kantor Bupati Kota dan menyebabkan kebakaran di daerah padat penduduk di Jalan A Yani 2, Arteri Supadio, Jalan Parit Haji Muhsin, Jalan Nurul Huda dan sekitarnya, Sabtu (18/4). .

"Saya melihat layang-layang kabel di jaringan listrik dekat Kantor Bupati, tak lama ada ledakan disertai dengan percikan, suaranya sangat kuat," kata seorang warga, Hambali.

Menurutnya, akhir-akhir ini orang-orang mulai membakar sambil bermain layang-layang, yang keberadaannya sangat mengganggu penduduk.

"Layang-layang tampaknya tidak memiliki hati nurani, karena banyak penjahat mereka terluka. Selain mengganggu listrik yang menyebabkan gangguan, itu juga mengancam keselamatan nyawa orang-orang yang kebetulan menyeberang jalan," katanya.

Dia menambahkan bahwa layang-layang, terutama tali kawat, dapat mengikat leher sepeda motor dan akan membahayakan keselamatan mereka.

Kejadian serupa terjadi pada Jumat (17/4). Kabel tegangan-arus sederhana (SUTM) di Adisucipto Road rusak oleh layang-layang. Peristiwa itu menyebabkan pemadaman listrik, pejabat PLN membutuhkan waktu satu jam untuk memperbaiki dan menormalkan pemadaman listrik.

Gangguan listrik yang disebabkan oleh kabel layang-layang juga biasa terjadi di kota Pontianak dan sekitarnya. Menurut pemantauan PLN, masih ada banyak anak-anak dan bahkan orang dewasa bermain layang-layang di malam hari, seperti di Siantan, Kota Baru, Sei Jawi, Jeruju, Ampera, dan lokasi lainnya. [noe]

[ad_2]

Source link