Pengadilan Nikita Mirzani sedang berlangsung berhadapan muka

Sidang Nikita Mirzani kembali digelar secara tatap muka

[ad_1]

Nikita adalah tahanan kota, tidak ditahan, jadi dia tidak perlu mengadakan sesi telekomunikasi

Jakarta (ANTARA) – Tuduhan persidangan penyiksaan dengan terdakwa selebritas Nikita Mirzani dijadwalkan akan muncul lagi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari Senin dengan agenda pemeriksaan saksi, sebuah persidangan diadakan secara langsung.

"Ya, sidang hari ini pukul 10.30 malam," kata Sigit Hendradi, seorang Jaksa Wilayah untuk Kejaksaan Negeri Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sigit mengatakan terdakwa Nikita Mirzani tidak sejalan dengan hukum Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia yang mengharuskan pembatasan sosial dengan melakukan persidangan melalui teleconference.

Ini karena Nikita Mirzani tidak masuk penjara selama persidangan.

"Kan Nikita adalah tahanan kota, tidak ditahan, jadi dia tidak perlu mengadakan konferensi telekomunikasi," kata Sigit.

Sigit mengatakan persidangan telah menjadwalkan sidang untuk penuntutan. Ini adalah persidangan keempat, sebelum saksi Dipo Latief dipanggil sebagai reporter.

"Hari dimana saksi yang kami hadiri adalah petugas parkir dalam kasus ini," kata Sigit.

Sigit mengatakan persidangan akan dihadiri oleh Nikita Mirzani serta saksi yang telah mengkonfirmasi kehadirannya.

Nikita Mirzani didakwa melakukan penyerangan sesuai dengan Pasar 351 ayat (1) atau Pasal 335 ayat (1) KUHP.

Kronologi pelecehan terjadi pada 5 Juli 2018. Itu dimulai ketika Nikita mengikuti mobil Ahmad Dipoditiro, atau dikenal sebagai Dipo Latief.

Di mobil selain Dipo Latief ada dua temannya, salah satunya adalah Ferdiansyah alias Kiproy.

Selama insiden itu, Nikita berulang kali menghubungi Ferdiansyah yang berada di mobil Dipo, tetapi orang itu tidak menanggapi panggilan telepon atau pesan instan.

Terletak di tempat parkir area Pasar Minggu, mobil Nikita Mirzani menghentikan mobil Dipo dengan dua temannya.

Baca juga: Nikita Mirzani dan Rachel Ven mengumpulkan dana untuk mahkota

Baca juga: Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak pembebasan Nikita Mirzani, persidangan berlanjut

Baca juga: Jaksa menolak pembebasan terdakwa Nikita Mirzani

Nikita keluar dari mobilnya dan mendekati mobil Dipo, lalu membuka pintu di sebelah kanan tempat Dipo duduk, geram pada Ferdiansyah.

Dalam kemarahan Nikita mengucapkan kata-kata sumpah untuk Ferdiansyah dan bertanya mengapa dia tidak menjawab panggilannya.

Permaisuri Nikita lalu mengambil plastik asbak di mobil dan melemparkannya ke arah Ferdinand.

Asbak ditinggalkan oleh Dipo, yang mencoba untuk memecah keduanya, karena frustrasi dihentikan, dan kemudian Nikita memukul mantan suaminya dengan kedua tangan.

Tangan kanan mengepal dan tangan kiri memegang ponsel memukul Dipo. Menggunakan tangan kirinya di ponselnya, Nikita memukul kepala Dipo hingga terluka dan berdarah.

Akibat tindakan Dipo ia menderita memar di kepala, hidung, kelopak mata kiri dan rahang bawah kiri karena kekuatan tumpul yang parah.

Bukti kekerasan didasarkan pada hasil otopsi. Repertum Nomor: 01561 / B18000 / 2018-S8 tanggal 5 Juli 2018, dilepaskan dari salah satu rumah sakit di wilayah Jakarta Selatan.

Reporter: Laily Rahmawaty
Editor: Aesthetic Aerospace
HAK CIPTA © Antara 2020

[ad_2]

Source link