Pengajuan Komisi Pengajuan IV – Ketapangnews.com – Portal Berita Ketapang

IMG-20200416-WA0035

[ad_1]

IMG-20200416-WA0035
Anggota Majelis Negara Ketapang M. Febriadi, bersama dengan Wakil Ketua dan Komisi IV, memantau dan menyerahkan pembersih tangan.

COVERNEWS.COM– Anggota Majelis Negara Ketapang M. Febriadi, bersama dengan Wakil Ketua dan Komisi IV, memantau dan menyerahkan bantuan pembersihan tangan kepada Covid-19 Command Command dan Kesehatan Mental di Kabupaten Benua Kayong. Kamis (4/4/2020).

Selama sesi pemantauan, Ketua Majelis Ketapang M.Febriadi menjelaskan kedatangan delegasi DPRD untuk memastikan kesiapan Posko Covid-19 di Lord Puskemas.

"Kegiatan pemantauan ini adalah agenda DPRD dari semua komisi untuk mengetahui kesiapan dan kendala yang dihadapi dalam berurusan dengan Covid-19 di setiap Posko Covid-19 dan Pusat Kesehatan di setiap Distrik," kata Febriadi.

Menurut Febri, hasil pemantauan ini akan direkonsiliasi di Parlemen Ketapang.

Kepala pusat kesehatan, Bapak Hasan Basri, menyatakan apresiasinya atas delegasi delegasi DPRD. Dia mengatakan dia bersyukur mendapat perhatian masyarakat dengan memberikan bantuan dalam bentuk pembersih tangan.

Dia bahkan mengakui pembentukan Pos Komando Covid-19 di Pusat Kesehatan Pria berkat kerja sama lintas-sektoral dari Kabupaten, Polisi dan Danramil, karena beberapa warga meninggal akibat Covid-19.

"Setelah kami mendefinisikan perencanaan lintas-sektoral, posisi ini dibuat untuk menangani pemantauan orang-orang yang datang dari luar," katanya.

Hasan mengakui bahwa, sejak pembukaan Garis Komando, banyak orang yang datang dari luar datang ke Pos Komando untuk pemeriksaan kesehatan.

Dia kemudian menangani 19 kasus bersama di Distrik Kayong Continental, di mana dia juga menangani 6 orang tanpa gejala (OTG).

"Dari belasan, bahkan ratusan orang yang kami lakukan tes cepat, 6 orang ini rata-rata OTG. Mereka tidak memiliki gejala, tetapi hasil tes cepat reaktif," katanya.

Dia menambahkan ke 6 OTGs bahwa meskipun berhati-hati, dia tidak bisa memastikan mahkota terbuka secara positif atau negatif karena tidak ada sapuan.

"Bisa jadi itu virus lain, bukan mahkota. Kami hanya bisa memastikan sekitar 70 persen sebelum penyapuan," jelasnya.

Hasan menjelaskan kepada 6 OTG sebelumnya bahwa 4 dari mereka sudah melakukan perjalanan dari Malaysia, sementara 2 menggambarkannya sebagai anak-anak dan istri dari salah satu dari 4 yang telah melakukan perjalanan dari Malaysia.

"Hari ini, kami berencana untuk melakukan tes cepat pada pendatang baru dari Jepang dan suaminya yang terpapar mahkota di KKU," akunya.

Bahkan, Hasan mengatakan dia juga akan melakukan tes cepat kedua pada hari Sabtu dengan 15 siswa dari Nurul Medina, di mana dalam ujian sebelumnya dia mengakui bahwa dia telah menemukan seorang siswa dengan gejala reaktif. ( Jay).

[ad_2]

Source link