Pengaruh Wabah Corona, Pedagang Ayam Broiler pada Pembeli Kasual yang Kesepian

Harapan Rakyat Online

[ad_1]

Penjual Ayam
Dudung, penjual ayam dadakan di Cipaku, Ciamis sedang menunggu pembeli. Foto: Edji / SDM

Ciamis News (hoperakyat.com), – Humor, pembantaian ayam yang tiba-tiba di Desa Barat, Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, mengeluh bahwa penjualannya kosong dari pembeli.

Dia mengatakan pembeli yang kesepian karena Kota tidak bisa lagi mengirim ayam ke Jakarta karena wabah Corona, sehingga banyak dari mereka menjualnya langsung ke masyarakat.

"Karena ayam bawang putih peternak tidak bisa dikirim ke Jakarta, penjualan ayam itu mendadak. Selain banyak pedagang ayam tak berdasar, calo menjualnya dari pintu ke pintu," kata Dudung, Minggu (19/4). 2020).

Karena ada banyak penjualan langsung, pembeli juga lebih cenderung membeli ayam dari broker, termasuk dari penjual ayam.

"Sekarang untuk bisa menjual hanya 7 ekor harus menunggu hingga larut malam," katanya.

Dia menambahkan bahwa sementara broker tidak dapat mengirim ayam ke Jakarta atau kota-kota lain, pasti ada pedagang ayam yang potensial seperti dia bisa keluar dari bisnis.

"Jika Anda masih tidak dapat mengirim ayam ke Jakarta dan kota-kota lain, Anda dapat menutup bisnis Anda. Karena, selain tidak dapat bersaing dengan harga, situasi harga ayam saat ini tidak pasti," katanya.

Pedagang ayam sial hari ini bahkan tidak berani menjual daging ayam untuk dijual keesokan harinya.

"Saat ini, saya tidak berani menyimpan daging, yang tidak pasti, termasuk harganya," katanya.

Dengan kondisi ini, Dudung hanya bisa berharap wabah virus Corona sudah berakhir sehingga ia bisa menjualnya kembali seperti semula. (Edji / R7 / HR-Online)

[ad_2]

Source link