Penyebar Corona Hoaks Diancam Penjara dan 1 Billion Denda

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate (HUMAS BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

[ad_1]

TABLOIDBINTANG.COM – Kementerian Komunikasi dan Maklumat sebagai bagian dari Satuan Tugas untuk Percepatan Penanganan COVID-19 akan memberikan sekatan ketat untuk pelaku penipuan yang berkaitan dengan COVID-19 dan yang lain dengan denda hingga 1 miliar.

Pelaku penyebaran tipuan akan dikenakan sanksi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

"Perbuatan menghasilkan atau meneruskan tipuan melanggar undang-undang. Itu berpotensi untuk menjatuhkan artikel jenayah yang boleh dipenjara hingga lima hingga enam tahun dan denda Rp1 miliar," kata Menteri Komunikasi dan Penerangan Johnny G Plate dalam pernyataan rasminya di Pusat Media untuk Pasukan Petugas untuk Percepatan Penanganan COVID-19, Graha National Agency Pengurusan Bencana (BNPB) Jakarta, Sabtu (18/4).

Pasal 45A ayat (1) UU ITE menyatakan bahwa siapa pun yang dengan sengaja menyebarkan berita palsu dan menyesatkan yang menyebabkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik dapat dikenakan hukuman penjara maksimum enam tahun dan / atau denda maksimum Rp 1 miliar.

Kominfo bekerjasama dengan Kepolisian Nasional Indonesia untuk mengatasi penyebaran bencana. Hingga kini Kominfo, dibantu oleh Polis, telah menangkap 89 suspek, dengan perincian 14 pelaku telah ditahan, sementara 75 yang lain masih dalam proses.

Kementerian Komunikasi dan Maklumat juga menemui 554 masalah tipuan yang tersebar di 1,209 platform digital, sama ada di Facebook, Instagram, Twitter atau Youtube.

Berdasarkan penemuan Kominfo, kekacauan lebih banyak tersebar di Facebook, mencapai 861 kes, diikuti oleh Twitter dengan 204 kes, empat di Instagram, dan empat di Youtube.

Dari semua bocor yang tersebar di 1,209 platform, 893 daripadanya telah dihapus, sementara 316 yang lain, mereka masih dalam proses meminta platform digital untuk tindakan segera.

"Sudah waktunya kita membatasi diri dan menggunakan ruang digital, telefon pintar dan semua kemudahan yang dimiliki dengan betul," dia menyimpulkan.

Artikel ini diambil dari laman web BNPB.go.id.

Pengarangnya Penyunting

Penyunting Suyanto Soemohardjo

memuatkan …

KOMEN

Komen adalah tindak balas peribadi, bukan mewakili dasar editorial tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menerbitkan komen yang mengandungi gangguan, intimidasi, dan pernyataan perkauman.

[ad_2]

Source link