Perawat Dilengkapi Dengan Pelatihan Penanganan MERS-CoV Sebelum COVID-19 – Covid19.go.id

Covid19.go.id Logo

[ad_1]

Perawat Dilengkapi dengan Pelatihan Penanganan MERS-CoV Sebelum COVID-19

JAKARTA – Perawat di Rumah Sakit Penyakit Menular (RSPI) Sulianti Saroso, Nurdiansyah mengaku telah menerima pelatihan dalam menangani Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS-Cov), sebelum merawat pasien COVID-19. Pelatihan diadakan pada bulan Desember 2019, sebelum kasus COVID-19 memasuki Indonesia.

"Kami melakukan 'pelatihan' dulu, ini persiapan untuk MERS-Cov. Kami tidak tahu persiapannya (COVID-19), pada awal Desember COVID-19 belum masuk ke Indonesia," kata Nurdiansyah sambil berbagi pengalamannya tentang Satuan Tugas Pusat Media untuk Operasi Akselerasi COVID-19, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Graha, Jakarta, Minggu (19/4).

Perawat yang sebelumnya telah merawat pasien untuk HIV / AIDS selama satu setengah tahun di RSPI mengatakan pelatihan dilakukan untuk menyegarkan ingatan mereka terkait dengan pengendalian dan pencegahan infeksi.

Sebelum kasus COVID-19, perawat merawat pasien dengan wabah MERS-Cov, flu burung, dan difteri, yang merupakan pengobatan dan penyembuhan yang sama.

Nurdiansyah bersaksi bahwa setelah COVID-19 terdeteksi di Indonesia, semua kamar rumah sakit diubah menjadi ruang isolasi.

"Pada awal Maret, kami dibagi menjadi beberapa kamar. Akhirnya, saya pergi untuk berurusan dengan pasien COVID-19, karena mereka telah dirujuk ke pasien COVID-19," katanya.

Tentu saja, dalam menangani pasien, perawat RSPI menggunakan peralatan pelindung diri lengkap (APD) termasuk sepatu, pakaian "penutup", kacamata pelindung, masker N95, pakaian pelindung, dan pakaian "perawat gosok" untuk mencegah infeksi.

Nurdiansyah menyarankan tidak hanya pemerintah tetapi semua sektor masyarakat untuk secara aktif menerapkan COVID-19 sesuai dengan rekomendasi dan peraturan.

"Silakan mengambil tindakan pencegahan. Satu-satunya solusi untuk COVID-19 adalah pencegahan. Jadilah penjaga depan, karena penjaga depan adalah sebuah komunitas, yang berarti kita semua," kata Nurdiansyah.

Agus Wibowo
Kepala Pusat Komunikasi dan Informasi Bencana BNPB

[ad_2]

Source link