Perbendaharaan Republik Ramadhan

Cara Rasulullah Menikmati Hidangan Saat Sahur dan Berbuka. Foto: Ilustrasi Ramadhan

[ad_1]

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Muslim di seluruh dunia akan segera memasuki bulan purnama kemuliaan dan berkah, Ramadhan. Setiap Muslim wajib berpuasa, dimulai dengan makan saat sahur dan berbuka saat Adhan Maghrib muncul.

Tapi apakah kita tahu bagaimana Rasulullah (SAW) menikmati makanan dan makanan selama berbuka puasa? Guru di Ma's Daarussunnah Bekasi Ustaz Muhammad Azizan, Lc menjelaskan, Nabi Muhammad selalu makan sayur, dan ini tercermin dari beberapa sejarah.

Dalam sejarah Bukhari, dikatakan, "Zaid bin Thabit berkata, 'Saya pernah makan bersama Nabi, lalu dia juga melakukan shalat Subuh, dan kemudian Anas Bin Malik bertanya,' bagaimana (kira-kira) jarak antara sholat adzan (Subuh) untuk makan? ", Zaid Bin Thabit menjawab, '(sekitar) 50 tingkat membaca'."

Tentang makanan yang dikonsumsi oleh Rasulullah, Ustaz Azizan menjelaskan, Nabi tidak pernah meresepkan makanan tertentu untuk dimakan pada waktu fajar. Hanya saja dia berkata, "Makanan terbaik untuk orang percaya adalah kurma." (Pelaporan oleh Abu Dawud, no.2.345)

Sementara itu, dalam kasus berbuka puasa, Rasulullah (saw) selalu berbuka puasa ketika saatnya tiba. Seperti yang dikatakan Nabi, "Manusia selalu berada di sisi yang baik ketika mereka terburu-buru berbuka puasa." (Dilaporkan oleh Bukhori, no. 1.577 dan Muslim, no. 1.098).

Dalam sejarah lain, Allah Ta 'ala mengatakan dalam hadits qudsi, "Sesungguhnya hamba yang kukasihi adalah dia yang cepat berbuka puasa (ketika saatnya tiba)". (SDM. At-Tirmidzi)

"Tentang apa yang dia makan selama puasa, dia tidak pernah berspesialisasi dalam makanan tertentu ketika dia berbuka puasa. Tapi dia memberi kita panduan tentang apa yang harus kita makan ketika dia berbuka puasa," kata Ustaz Azizan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Salman bin 'Amir Ad-Dhobby, Nabi berkata, "Jika salah satu dari kalian melanggar, dia harus merusak tanggalnya, jika dia tidak mendapatkannya maka dia harus memecahnya dengan air, karena dia sebenarnya menyucikan lagi dengan air. . " (Diakui oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)

Berita Lainnya

[ad_2]

Source link