Percaya pada petualang sial Kapok di Rumah Hantu Sragen

<pre><pre>Percaya pada petualang sial Kapok di Rumah Hantu Sragen

[ad_1]

Beritaterheboh.com – Bupati Sragen, Profesor Yuni Sukowati meminta desa untuk membangun rumah kosong dan berhantu, para pemudik karantina paksa yang belum mematuhi aturan karantina 14 hari. Salah satu penghuni, Heri Susanto, memberi tahu kami bagaimana ia mulai tinggal di rumah berhantu.

"Anak saya meminta mainan, tenda semacam itu. Kemudian saya membelinya di Sragen (kota). Saya ditangkap di Satuan Tugas (COVID-19 Desa Sepat). .

Warga Desa Sepat, Kabupaten Masaran telah mengungkapkan bahwa mereka akhirnya ditempatkan di lokasi karantina khusus. Dia juga mengakui bahwa dia menyesal tidak memiliki karantina gratis selama 14 hari seperti yang diminta oleh pemerintah.

"Aku mengikuti aturan. Maaf. Aku tidak bisa bertemu keluargaku, tapi aku tahu ini untuk alasan keamanan," lanjutnya.

Untuk meringankan kehilangan keluarga, Heri hanya bisa melakukan panggilan video. Belum lagi, bangunan tempat dia tinggal secara luas disebut oleh penduduk setempat sebagai rumah berhantu.

"Hanya menyerah pada Tuhan. Untuk pelajaran, itu bagus. Peraturannya bagus, aku langgar," kata Heri.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sragen telah meminta desa untuk membuat karantina khusus bagi para wisatawan yang keras kepala di tengah wabah virus Corona. Bupati Sragen, Profesor Yuni Sukowati meminta desa untuk membangun rumah berhantu kosong dan terkenal untuk karantina selama 14 hari.

[ad_2]

Source link