Perhatikan Pemerintah, Rumah Janda Tua di Banjarsari Ciamis Hampir Runtuh

Janda Tua

[ad_1]

Janda Tua
Mak Enne (75), warga Desa Sindangasih, Kabupaten Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang membutuhkan bantuan pemerintah. Foto: Suherman / SDM

Berita Ciamis (hoperakyat.com), – Mak Enne (75) seorang janda tua dari Dusun Pangarengan, RT 06, RW 02, Desa Sindangasih, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, membutuhkan perhatian pemerintah.

Karena rumah Mak Enne, terlepas dari kondisinya yang rapuh, lantainya hanya digadaikan dan tidak bisa dihuni.

Sumber informasi SDM online mengatakan, Enne adalah janda miskin yang belum pernah tersentuh oleh bantuan sosial dari pemerintah daerah dan daerah.

Ibunya sekarang tinggal di sebuah rumah yang dibangun di atas tanah orang lain bersama putranya, yang adalah seorang janda dan tidak memiliki pekerjaan tetap.

Ini membuat Mak Enne kesulitan makan setiap hari, terutama untuk merenovasi rumahnya.

Ketua Lingkaran, Banjarsari Muhammad Abid Buldani, mengatakan ia menerima laporan dari warga tentang kondisi Mak Enne.

"Dia mengatakan ada seorang wanita tua yang hidup dalam kesusahan dan rumahnya juga hancur," kata Abid, Minggu (19/4/2020).

Berdasarkan informasi ini, kata Abid, anggota Jantung Banjarsari Memeriksa lokasi.

"Sore ini kami memeriksa ke lokasi, dan bagaimana kami merasa kaget dan menyesal ketika kami melihat situasi," katanya.

Abid mengatakan bahwa setelah memeriksa dan berbicara dengan Mak Enne, diketahui bahwa janda tua itu tinggal di perbatasan orang lain.

Kepada Heart, Mak Enne juga mengklaim bahwa dia belum pernah tersentuh oleh bantuan sosial dari pemerintah, baik BPNT dan bantuan lainnya.

"Untuk merenovasi rumah, kami juga pergi ke pemilik tanah yang menjadikan keluarga Mak Enne rumah," kata Abid.

Pemilik tanah, kata Abid, memungkinkan Jantung untuk merenovasi rumah Mak Enne.

"Insya Allah, dalam waktu dekat, kami akan merenovasi rumah, terutama lantai, dan kami juga memiliki penggalangan dana untuk kegiatan ini," katanya.

Abid juga berharap bahwa pemerintah desa dan kabupaten akan lebih berhati-hati dalam memperbarui pengumpulan data masyarakat miskin.

Banyak Orang Miskin Lari ke Bantuan Sosial

Menurut Abid, banyak orang miskin yang melarikan diri dari bantuan sosial sekarang diberitahu.

"Kami juga berharap bahwa pejabat TKSK akan lebih rajin memeriksa data secara teratur, sehingga mereka tidak akan menemukan orang miskin yang kehilangan bantuan," katanya.

Abid menambahkan bahwa empat tahun lalu mungkin ada orang yang pantas mendapatkan bantuan, sekarang mereka tidak lagi berhak untuk membantu, tetapi mereka masih mendapatkan bantuan.

"Sementara itu, seperti Mak Enne, mereka bisa melarikan diri tanpa ditangkap, tinggal di tanah orang lain. Itu tidak bisa menjadi alasan bagi orang seperti dia untuk tidak mencari bantuan," katanya. (Suherman / R7 / HR-Online)

[ad_2]

Source link