Pertanian Startup Menghasilkan Ratusan Juta Penghasilan

Saefuddin Muslimin, pemilik Permata Farm yang bergerak di bidang peternakan ayam kampung dan petelur di Kota Makassar dan Kabupaten Soppeng.

[ad_1]

Ini membutuhkan petani muda untuk membawa sektor pertanian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Regenerasi petani menjadi perhatian utama Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian) dalam menyediakan sumber daya manusia pertanian yang andal dan kompetitif. Upaya yang dilakukan oleh Departemen Pertanian belum sia-sia, sebagaimana dibuktikan oleh sejumlah besar petani dan pengusaha milenial (mulai) yang siap melanjutkan tongkat pembangunan pertanian.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa meningkatkan peran generasi muda pertanian dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian, sehingga lebih banyak prospek dan peluang ekspor perlu diprioritaskan, sehingga petani muda diperlukan untuk berkontribusi dalam pembaruan pembangunan pertanian.

"Saya percaya bahwa kaum muda yang ingin terlibat dalam pertanian dapat memiliki peluang ekonomi dan kehidupan yang lebih baik. Selain itu, dengan teknologi yang tersedia, dunia ada di tangan Anda," kata SYL ketika memimpin di Millenial Farmer dan Leading Ambassador. Petani beberapa waktu lalu, dalam siaran pers.

Hal ini ditegaskan kembali oleh Kepala Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, yang mengatakan bahwa kebangkitan petani sangat mendesak.

"Suka atau tidak suka, suka atau tidak, mampu atau tidak, kita harus meregenerasi petani menjadi petani milenial dan petani daratan. Karena petani milenial dan petani daratan sebenarnya adalah pemain paling strategis dalam pengembangan pertanian Indonesia," kata Dedi.

Mengatasi situasi di jantung wabah Covid-19, Dedi menekankan bahwa pertanian adalah garis depan dalam mencegah infeksi Covid-19, karena memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan makanan orang.

Lebih lanjut, Dedi menyebutkan bahwa salah satu petani milenium yang masih di tengah wabah Covid-19 adalah Saefuddin Muslimin, pemilik Permata Farm yang beroperasi di peternakan unggas dan peternakan unggas di Kota Makassar dan Kabupaten Soppeng.

Sebagai generasi milenial, pria berusia 30 tahun ini menggunakan media online untuk memasarkan ternak dan produk olahan langsung ke konsumen. "Kami berusaha untuk memotong saluran distribusi sehingga konsumen dapat memperoleh pasokan unggas yang sehat dan terjangkau, terutama selama wabah. Orang-orang diminta untuk tinggal di rumah, kami mengirim pulang," kata Efu, nama panggilannya.

Muslim menjelaskan alasan memilih komoditas pertanian, terutama unggas asli, karena pemeliharaannya relatif mudah dengan mortalitas rendah. "Selain itu, ada ayam asli yang dikembangkan oleh Kemantan bersama dengan informasi terkait pemeliharaan teknis," katanya.

Dia sekarang memiliki sebuah peternakan di tiga lokasi dengan penjualan rata-rata 3.000 ayam asli setiap bulan. Harga per ekor untuk Kota Makassar adalah $ 55.000 dan omset rata-rata dalam satu bulan adalah Rp 165 juta.

Dia juga menjelaskan bahwa item belanja terbesar adalah di KUB Chicken Feed dan DOC, yang harganya Rp 22.000 per ekor. Untuk 3.000 burung, dibutuhkan modal Rp66 juta. Jadi, laba bersih bulanan adalah $ 99 juta. Pengeluaran masih dapat dikurangi dengan menumbuhkan DOC dan mencari alternatif yang lebih murah, "jelas Muslimin.

Dengan kesuksesannya, ia mengundang seluruh milenium untuk tidak ragu memasuki dunia pertanian. "Ini adalah sektor yang menjanjikan dan bergengsi. Di tengah epidemi ini semua petani dan peternak terus berusaha menyediakan makanan kepada masyarakat di tengah krisis. Untuk pemasaran, saatnya menggunakan teknologi internet untuk memasarkan dengan benar. online, " kata si Muslim.

[ad_2]

Source link