Petani Ingin Aman Dari Pialang, Menteri Pertanian: Manfaatkan KUR

Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo saat melakukan peninjauan ke PT Permata Dunia Sukses Utama, Cilegon, Banten pada Kamis, 2 April 2020.

[ad_1]

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mendesak petani, terutama petani jagung untuk menggunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menghindari hilangnya pekerja terikat.

Itu disampaikan saat berkunjung ke Kabupaten Jeneponto, salah satu sentra produksi jagung dan beras di Sulawesi Selatan. Syahrul mengatakan bahwa dengan menggunakan KUR, petani dapat menghindari perantara, serta praktik kerja terikat atau pembayaran awal dalam bentuk tawar-menawar tetapi dengan harga jual rendah.

"Ada KUR Rp50 triliun di bidang pertanian. Manfaatkan itu. Dalam hal hutang atau perantara, saya meminta kantor pertanian untuk berkoordinasi dengan Direktur Jenderal PSP, untuk meluncurkan KUR di sini," kata Syahrul dalam sebuah pernyataan resmi di Jakarta pada Senin, 20 April 2020 .

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertahanan Syahrul didampingi oleh Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar juga melakukan panen padi di Desa Kalumpangloe, Dusun Palippri, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto.

Dalam pidatonya, Bupati Iksan melaporkan bahwa ada 26.000 hektar (ha) beras di Kabupaten Jeneponto dengan 5-6 ton hektar, dan 36.000 hektar jagung dengan 7,8 ton hektar.

"Untuk komoditas jagung, beberapa petani menjual produk mereka ke daerah lain karena perbedaan harga. Kandungan air jagung petani di sini hingga 30 persen, pada $ 1,1 per kg. Di tempat lain, di 1,1.800 per kilogram," kata Iksan.

Dia mengatakan ini karena petani terlibat dalam praktik serikat buruh. Selain itu, kadar air kolektor adalah 7%, sementara petani tidak melakukan perawatan pasca panen. Alhasil, hasil panen langsung dijual dengan kadar air hingga 30 persen.

"Jangan pialang, itu jauh lebih menguntungkan daripada petani. Jangan membeli jagung dari 1.700 petani, tetapi menurut HPP. Harga pembelian adalah Rp3.150 per kg, jangan membeli di bawah HPP," kata Menteri Pertanian.

Bahkan pada tahun 2020, Kementerian Pertanian akan mengalokasikan 50 juta triliun saham pertanian KUR. KUR terdiri dari sub-sektor tanaman pangan sebesar Rp14,23 triliun; sektor hortikultura Rp 6,39 triliun; sektor perkebunan Rp20,37 triliun dan sektor peternakan Rp9,01 triliun.

[ad_2]

Source link