Petugas Anggaran Negara, Memindahkan Pohon ke Jalan

Harapan Rakyat Online

[ad_1]

Petugas Anggaran Negara, Memindahkan Pohon ke Jalan
Pejabat BPBD Kabupaten Pangandaran, mengevakuasi pohon besar yang hampir roboh di jalan, tepat di Kabupaten Emplak, Kabupaten Kalipucang, Sabtu (4/4/2020) tadi malam. Foto: Seluruh / SDM

Kabupaten Pangandaran (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, akhirnya mengevakuasi pohon besar di dekat jalan, tepat di Kabupaten Emplak, Kabupaten Kalipucang, Sabtu (4/4/2020). ) malam

BPBD Pangandaran bergerak cepat setelah menerima laporan dari pemerintah desa setempat bahwa sebuah pohon besar akan jatuh di jalan.

Dengan bantuan petugas Kalipucang dan Koramil, pejabat pemerintah daerah dan penduduk setempat, petugas BPBD yang dilengkapi dengan mesin pemotong kayu, tambang dan lainnya berhasil menebangi pohon besar yang hampir roboh.

"Karena dikhawatirkan akan membahayakan pengguna jalan, petugas langsung pergi ke lokasi dan memindahkan pohon," kata Pandu, salah satu pejabat BPBD Pangandaran.

Dia dibantu oleh polisi Kalipucang dan pejabat Koramil, pemerintah desa setempat dan penduduk desa yang bekerja bersama untuk menebang dan mengamankan pohon besar yang akan segera ditebang.

Akibat evakuasi pohon yang segera terjadi, arus lalu lintas menuju Pangandaran dan berhenti sementara. Sementara itu, anggota Satlantas dari Kepolisian Sektor Kalipucang terlihat aman melalui lalu lintas. Setelah evakuasi dasar selesai, arus lalu lintas akan dilanjutkan.

Pohon itu hampir jatuh dengan hujan lebat

Sebelumnya diberitakan, akibat hujan deras dari tadi malam hingga malam ini, Sabtu (18/4/2020), pohon besar di Kecamatan Emplak, Kabupaten Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, kini tergelincir ke jalan.

Dalam keadaan seperti ini, pengemudi kendaraan yang melintasi jalan mungkin saja membahayakan. Deni, warga Kalipucang, mengatakan pohon itu miring ke jalan dan hampir roboh di Desa Putrapinggan, tepat pada gilirannya.

"Ya, pohon itu hampir putus dan berbahaya jika tidak ditebang dengan cepat," kata Deni kepada HR Online, Sabtu (4/4/2020).

Menurutnya, pohon besar yang hampir dibongkar dan sial di jalan dianggap sudah ketinggalan zaman. Jadi kalau tidak segera dievakuasi, bisa membahayakan pengguna jalan. Selain daerah Emplak Kalipucang, hujan telah turun selama dua hari.

Sementara itu, kondisi pohon itu hampir dihilangkan, menurut penduduk setempat yang telah dilaporkan ke polisi dan Desa Putrapinggan. (Seluruh / R8 / SDM Online)

[ad_2]

Source link