Pilihan Yang Harus Dilakukan Untuk Tidak Mengurangi Kualitas Ibadah

semarak.co - Merupakan Portal Berita News Nasional Terkini, Terbaru dan Menyajikan Berita Paling Update Saat Ini.

[ad_1]

Direktur Bimbingan Komunitas Islam Kamaruddin Amin. foto: Humas Kementerian Agama

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) sebagai bagian dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meminta semua Muslim untuk beribadah di rumah selama Bulan Suci Ramadhan. Ini juga mengurangi risiko penularan virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19.

semarak.co Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Direktur Jenderal Bimas) Islam Kamaruddin Amin mengatakan bahwa melakukan ibadah Ramadhan di rumah adalah pilihan yang harus diambil umat Islam di Indonesia di tengah-tengah Penyakit Virus global Corona 2019 (Covid-19).

"Saya ingin mengundang kita semua, marilah kita menaruh hati kita padanya, mengekspresikan diri kita, dan percaya bersama bahwa berada di rumah, beribadah di rumah selama bulan Ramadhan adalah suatu keharusan dan pilihan yang harus kita buat. Insya Allah, Tuhan memberkati kita semua," katanya. Kamaruddin di Media Task Force untuk Percepatan Penanganan Co-19, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Graha, Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2020).

Ini, kata Kamaruddin, sebagaimana dinyatakan dalam hadis Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bahwa kita tidak dapat mencari atau mengambil risiko dan kita tidak dapat menyebarkan bahaya kepada orang lain.

"Jangan biarkan kita mengambil risiko, kita berkumpul di suatu tempat. Termasuk tempat-tempat ibadah. Itu memiliki potensi bagi kita untuk menyakiti diri kita sendiri dan orang lain," kata Kamaruddin dalam rilis Public Relations Kementerian Agama, seperti dilansir Victoria Journalist Group. Sabtu (4/4/2020).

Sekalipun umat Islam memahami dan menyadari, Kamaruddin melanjutkan, betapa pentingnya dan penting itu atau disembah di masjid, tetapi dalam wabah Covid-19 saat ini, wajib untuk tinggal dan beribadah di rumah.

Kualitas ibadah kita tidak hanya ditentukan oleh lokasi ibadah kita. "Tapi yang tidak kalah penting adalah kualitas ibadah kita ditentukan oleh ketulusan kita, tekad kita, kemurnian hati kita," kata Amin.

Selain itu, ia juga menyarankan umat Islam untuk tidak mengadakan buka puasa bersama, seperti yang sering dilakukan di kantor dan pada pertemuan keluarga.

Kemudian, Doa Doa juga dianjurkan untuk diadakan di rumah bersama keluarga. "Kami tidak melakukan tarawih bersama, kami melakukannya di rumah, karena memiliki potensi bagi kami untuk menyebar atau menyebar ketika kami berkumpul di masjid," katanya.

Dengan mematuhi perintah agama dan mengikuti saran pemerintah, ia mengundang semua Muslim untuk bersatu dalam doa, kehormatan, dan kontemplasi sampai pandemi Covid-19 berakhir.

"Sebagai umat beragama, kami mengikuti saran pemerintah dengan cara ilmiah, akademis, dan empiris. Insya Allah, "katanya.

Sebelumnya, pada 6 April 2020, Menteri Agama Fachrul Razi mengeluarkan edaran tentang Panduan Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah di Central Pandemic Covid-19.

Surat edaran tersebut menguraikan sejumlah ketentuan yang berfokus pada kegiatan ibadah yang tidak diadakan di masjid seperti biasa, tetapi di rumah dengan keluarga inti.

"Doa Idul Fitri yang biasanya diadakan di jamaah, baik di masjid atau di lapangan, dibatalkan. Untuk alasan ini, diharapkan Fatwa MUI akan dirilis lebih cepat," mengutip pedoman dalam surat edaran.

Dia mengatakan itu bukan tanpa alasan bahwa umat Islam harus membuat keputusan untuk beribadah di rumah. Menurut Kamaruddin, ini merupakan upaya dan upaya bersama untuk mencegah penyebaran co-19 di Indonesia.

Menurut proposal WHO, salah satu upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah menjaga jarak fisik dan menghindari masyarakat. Saran ini diberikan karena transmisi Covid-19 memiliki potensi untuk interaksi manusia-manusia.

"Kita tidak bisa mencari atau mengambil risiko dan kita tidak boleh menyebarkan bahaya kepada orang lain. Jangan biarkan kita menghadapi bahaya, dengan berkumpul bersama, di tempat-tempat, bahkan di tempat ibadah. Itu bisa membahayakan diri kita sendiri dan orang lain," tentu saja

"Karena itu, meskipun kita berdua memahami dan menyadari betapa pentingnya dan berharganya dan beribadah di masjid, dalam konteks seperti itu wajib bagi kita untuk beribadah di rumah," lanjutnya.

Kamaruddin mengeluarkan peraturan yang dibuat oleh pemerintah, yang ditujukan untuk kepentingan rakyat. Untuk alasan ini, ia mengharapkan semua orang mematuhi aturan atau pedoman yang disediakan. "Kami berharap Covid-19 ini akan segera berlalu, dengan cara kami mematuhi panduan yang diberikan," kata Kamaruddin. (lin)

[ad_2]

Source link