Polisi Menyebut Pencurian Minimarket Menggunakan Corona Pandemic

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus (kedua kiri) dalam jumpa pers di Polres Metro Jakarta Timur. (Foto: Antara)

[ad_1]

TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Polisi Metropolitan Jakarta, Komisaris Polisi Yusri Yunus, mengatakan seorang geng mini di Duren Sawit, Jakarta Timur menggunakan pandemi Corona untuk melakukan kejahatan. Karena saat ini operasi minimarket terbatas atau tidak 24 jam.

"Dalam masa-masa sulit ini, selama pandemi COVID-19, ada pelaku yang berusaha memanfaatkan situasi ini," kata Yusri pada hari Sabtu, 18 April 2020. Namun, Yusri menekankan bahwa Kepolisian Jakarta telah melakukan kejahatan dengan mengadakan patroli skala besar untuk memastikan keselamatan orang. banyak selama wabah Corona.

Direktur Investigasi Kejahatan Polisi Umum Jakarta, Komisaris Polisi Suyudi Ario Seto, menambahkan bahwa Kepolisian Jakarta telah memetakan potensi kejahatan selama periode pembatasan sosial skala besar (PSBB). Dia menekankan bahwa polisi tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas dan tegas terhadap pelaku.

"Kami telah memetakan grup untuk mencuri (pencurian berdasarkan berat) dan pencurian (pencurian dengan kekerasan) di Jakarta," kata Suyudi. Dia mengatakan patroli polisi tidak hanya dilakukan pada malam hari, tetapi juga pada siang hari.

Sebelumnya, Sektor Polisi Duren Sawit menembak mati perampok minimarket dengan seorang petugas YS (14 tahun) yang mencoba menyerang pihak berwenang dengan parang ketika ia ditangkap. Meskipun petugas telah memperingatkan para pria bersenjata tiga kali di udara, tersangka YS tidak berhenti dan terus berusaha melucuti senjata dengan senjata tajam, sampai polisi akhirnya mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

Sementara dua teman YS masih di pasar minivan, Ali Akbar (32) bersama Ali Rudini (45) menyerah dan berhasil diamankan oleh para pejabat. Kemudian salah satu tersangka melarikan diri dan bernama Andi dan diketahui berada di Lampung. Yusri juga mengatakan keempat tersangka dalam kasus ini semuanya berbasis di Lampung.

[ad_2]

Source link