PPDB 2020 Harus Melindungi Protokol Kesehatan

<pre><pre>PPDB 2020 Harus Melindungi Protokol Kesehatan

[ad_1]

Rekrutmen siswa baru (PPDB) untuk tahun akademik 2020/2021 berlanjut sesuai jadwal. Sekolah diharuskan untuk mengikuti protokol kesehatan di tengah wabah virus koronal (covid-19).

"Dalam PPDB tahun ini, tidak ada perubahan yang signifikan. Namun, ketentuan protokol kesehatan harus ditegakkan secara ketat," Penjabat Direktur Jenderal Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad mengatakan kemarin.

Hamid menunjukkan bahwa PPDB tahun ini masih merujuk pada No. Provinsi 44 tahun 2019 dan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 4 tahun 2020 tentang Penerapan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Tanggap Darurat Distribusi Covid-19.

Dia menjelaskan bahwa merujuk pada aturan PPDB dilakukan secara online atau offline untuk area yang belum dilakukan. Pendaftaran offline harus mengikuti protokol kesehatan covid-19, yaitu mengenakan topeng, menjaga jarak, dan tidak dapat dikelompokkan.

Ditanya tentang jadwal PPDB tahun ini, Hamid mengatakan itu bisa dimulai dan pengumuman itu dibuat pada minggu pertama Mei 2020.

Pandemi ini juga telah mengubah pola belajar di sekolah. Dalam hal ini, menurut pengamat pendidikan dari UPI Cecep Darmawan Bandung, banyak platform penyedia konten pembelajaran online cukup membantu bagi siswa dan guru. Namun, ia menyesal karena sebagian besar dari mereka masih dibayar.

"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus mengembangkan portal Rumah Belajar yang seharusnya mendukung pembelajaran online," katanya. Ini lebih logis daripada guru dan siswa yang membelanjakan BOS tradisional untuk membeli layanan pendidikan online berbayar.

Dia mengatakan bahwa mengomentari No. sandwich 19 tahun 2020 tentang Pedoman Teknis BOS Dasar. Disebutkan dalam artikel bahwa dana BOS dapat digunakan untuk membeli layanan pendidikan online berbayar dalam konteks menerapkan pembelajaran berbasis rumah. "Jika Anda ingin bekerja dengan sektor swasta, pemerintah harus melepaskannya. Jangan membayar," tambah Cecep. (Teluk / Gambar / H-1)


[ad_2]

Source link