Presiden: Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, menangani COVID-19

Presiden: Pemerintah tak bisa kerja sendirian tangani COVID-19

[ad_1]

Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, tidak, partisipasi seluruh masyarakat sangat penting

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo telah mengakui bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menangani pandemi COVID-19 di Indonesia.

"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, tidak, partisipasi semua segmen masyarakat sangat penting," kata Presiden Joko Widodo di Istana Presiden Bogor pada hari Sabtu dalam sebuah video yang disampaikan oleh Sekretariat Pers Sekretariat Presiden.

Hingga Sabtu (4/4), jumlah COVID-19 positif di Indonesia mencapai 6.248 kasus dengan 631 orang disembuhkan dan 535 meninggal.

"Semua ini bukan tugas yang mudah bagi kita semua tetapi saya sangat percaya bahwa jika kita mampu melewati kesulitan-kesulitan ini bersama, kita akan menjadi negara yang lebih kuat dan siap untuk merangkul masa depan yang lebih makmur," tambahnya.

Baca juga: Melibatkan pekerja pariwisata, Presiden menyerukan program padat karya

Kerja sama, menurut Presiden, adalah kunci menghadapi COVID-19.

"Kita harus terus bekerja dengan gotong royong. Perhatian masyarakat juga ekonomi. Banyak orang membantu tetangga mereka dengan membeli produk yang mereka jual," katanya.

Menurut Presiden Jokowi, dia mendapatkan kisah tentang seorang warga negara yang gejala COVID-19 di lingkungan dan tetangga membantu dan tidak mengisolasi dirinya sehingga tindakan itu adalah contoh untuk diikuti.

"Gerakan bantuan ini harus diangkat, dibawa ke permukaan, bukan untuk menyombongkan diri, tetapi untuk menjaga harapan sebagai inspirasi dan akan berguna jika dapat ditiru oleh orang lain," kata Presiden.

Tindakan solidaritas ini, menurut Presiden Jokowi, merupakan penegasan tentang sifat dan kekuatan rakyat Indonesia, bangsa yang kooperatif, bangsa yang berperang yang selalu mencari kekuatan dan solusi lokal di tengah berbagai krisis.

"Kami menunjukkan bahwa di rumah, kami tidak menjadi lebih individualistis, tetapi kami saling peduli," kata Presiden.

Baca juga: Teten: Presiden Jokowi meminta agar program restrukturisasi UMKM diperluas

Presiden Jokowi juga mengundang orang untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah di rumah.

"Tapi penyebaran Corona dapat dicegah dengan disiplin kita sendiri. Ya, disiplin diri, dari disiplin mengenakan topeng, disiplin menjaga jarak, disiplin menghindari massa, dan ini harus dilakukan – dan seterusnya – tanpa gangguan," kata Presiden.

Hingga Sabtu (4/4), jumlah COVID-19 positif di Indonesia mencapai 6.248 kasus dengan 631 orang disembuhkan dan 535 kematian dengan total pasien yang diawasi (PDP) mencapai 12.979 dan mereka yang di bawah pengawasan (ODP) berjumlah 176.344 orang.

Kasus COVID-19 ini telah didistribusikan di 34 provinsi di Indonesia dengan wilayah paling positif, yaitu DKI Jakarta (2.924), Jawa Barat (641), Jawa Timur (555), Sulawesi Selatan (343), Jawa Tengah (329), Banten (321), Bali (131), Papua (95), Kalimantan Selatan (92), Sumatera Selatan (84).

Menurut data dari situs Worldometers, pada Sabtu (18/4) malam dipastikan bahwa terdapat 2.265.345 orang yang terinfeksi virus Corona di dunia dengan 154.901 kematian sementara 581.343 dipulihkan. Kasus AS mencapai 710.272 kasus, di Spanyol 191.726 kasus, di Italia 172.434 kasus, di Prancis 147.969, di Jerman 141.397, Inggris 108.692, di Cina 82.719 kasus, di Iran 80.868.

Angka kematian tertinggi meskipun saat ini terjadi di Amerika Serikat dengan 37.175 orang, diikuti oleh Italia dengan 22.745 orang, Spanyol dengan 20.043 orang, Perancis dengan 18.681 orang, Inggris dengan 14.576 orang dan kemudian Belgia dengan 5.453 orang. Saat ini ada lebih dari 213 negara dan wilayah yang mengkonfirmasi kasus positif COVID-19.

Baca juga: Presiden memerintahkan relaksasi peraturan untuk mengimpor bahan baku untuk peralatan medis

Baca Juga: Tentang perangkat medis, Presiden Jokowi: Jangan biarkan itu diekspor

Baca juga: Presiden: Seharusnya tidak ada halangan terhadap izin industri perangkat medis

Penyiar: Desca Lidya Natalia
Editor: Chandra Hamdani Noor
HAK CIPTA © Antara 2020

[ad_2]

Source link