Program Pra-Kerja yang Diduga Memberikan Manfaat di Tengah Penderitaan Orang

<pre><pre>Program Pra-Kerja yang Diduga Memberikan Manfaat di Tengah Penderitaan Orang

[ad_1]

Eramuslim.com – Program Kartu Kerja yang dikelola pemerintah dianggap memiliki motif tersembunyi. Diyakini bahwa ada upaya untuk memprioritaskan kepentingan pribadi dan kelompok daripada kepentingan orang pada umumnya.

Asumsi ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Pusat Studi Sosial dan Hukum Politik (Cespels), Try Badrun saat berbicara dengan Badan Berita Politik RMOL, Minggu (19/4).

"Saya perhatikan ada kesalahan besar di Istana Kerajaan. Tentu saja fenomena itu karena motif staf khusus lebih jelas untuk kepentingan mereka," katanya.



Kemudian cobalah untuk memberikan contoh tentang apa yang terjadi di perusahaan Presiden Stafsus, Adamas Belva Syah Devara. Perusahaan tersebut dinobatkan sebagai salah satu pelamar Kartu Pra-Kerja, yang perkiraannya diperkirakan bernilai triliun dolar.

"Ini mengkhawatirkan, karena ada pola perlindungan bagi kaum muda istana," kata Ubedilah.

Dia kemudian menjelaskan bahwa penerima Kartu Pekerja akan menerima total Rp3.550.000. Dengan biaya pelatihan Rp 1 juta, insentif setelah mengikuti pelatihan adalah Rp 600.000 per bulan selama empat bulan seharga Rp 2,4 juta, dan insentif survei pekerjaan Rp 50 ribu per survei untuk total tiga survei total Rp 150 ribu.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

[ad_2]

Source link