PSBB Disetujui oleh Menteri Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin: Akan Ada Sosialisasi

pelaksanaan-psbb-kota-tangerang_20200418_180551.jpg

[ad_1]

TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN – Pemerintah kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan akan segera menerapkan Hambatan Sosial Skala Besar (PSBB) dalam waktu dekat.

Pasalnya, Menteri Kesehatan (Menkes) RI menerangi lampu hijau pada pelaksanaan PSBB di Banjarmasin, Minggu (19/4/2020) malam.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dan Juru Bicara untuk Satgas Covid-19 Banjarmasin untuk Perawatan yang Dipercepat (GTPP), Machli Riyadi telah mendukung keputusan Menteri Kesehatan.

"Alhamdulillah, malam ini saya mendapat kiriman (SK Menkes) dari Kepala Departemen Kesehatan," kata Machli saat dihubungi oleh Pos Banjarmasin.

Baca: Diminta oleh Komisi III DPR, Komisi segera menyerahkan Laporan Kinerja

Baca: Selain Solo, Cacing Besar juga muncul di Klaten

Keputusan tersebut berjudul HK.O 1.07 / LANJUTAN I 262 I 2O2O tentang Penentuan Pembatasan Sosial Skala Besar di Wilayah Koya Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan dalam Pengelolaan Percepatan Penyakit Virus Corona 2019 (Covid-19).

Machli menjelaskan bahwa langkah selanjutnya yang diambil oleh Pemerintah Kota GTPP dan Banjarmasin Covid-19 adalah mengoordinasikan implementasi teknis dengan Keputusan dan Peraturan Walikota.

Namun Machli memastikan, sebelum membuat keputusan Menteri Kesehatan tentang CBDRB di kota Banjarmasin, bahwa ia akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi luas kepada masyarakat kota Banjarmasin.

Pasien yang terinfeksi Covid-19 di Kalimantan Selatan terus bertambah, seperti yang terlihat dari data yang dikeluarkan pemerintah pada hari Minggu (19/4/2020) siang hari.

Dibandingkan dengan data dari hari sebelumnya, Covid-19 pasien positif di Kalimantan Selatan meningkat empat kasus hingga saat ini dengan total 95 kasus positif pasien Virus Corona.

Empat kasus tambahan, dari data dari Satuan Tugas Kovid-19 Kalimantan Selatan untuk Mempercepat Respons, diketahui semuanya berasal dari Kabupaten Batola (Barito Kuala).

[ad_2]

Source link