Sekretaris meluncurkan Covid-19 Patient Shelter – Ketapangnews.com – Ketapang News Portal

IMG-20200416-WA0007

[ad_1]

IMG-20200416-WA0007
Sekretaris Dalam Negeri, Farhan mewakili Bupati Martin Rantan selama pembukaan tempat penampungan Covid-19.

KETAPANGNEWS.COM-Pemerintah Kabupaten Ketapang (Pemerintah Daerah) membuka tempat penampungan untuk memantau pasien dengan Covid-19, bekas gedung PT BSM di Jalan Lingkaran Kota, Desa Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Rabu (15/4/2020).

Sekretaris Negara, Farhan, yang mewakili Bupati Martin Rantan, membuka rumah pemantauan penampungan Covid-19. Hunian ini kemudian akan ditempati oleh orang-orang tanpa gejala (OTG).

Farhan menjelaskan bahwa saat ini ada 11 pasien OTG di Ketapang, 9 di antaranya menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Agoesdjam di Ketapang, sementara 2 lainnya telah mengungsi di rumah.

"Dengan rumah singgah ini, 9 orang akan berada di rumah sakit, Dr. Kami memindahkan Agoesdjam ke sini, sementara untuk 2 orang yang tinggal jauh dari rumah, kami akan melakukan penahanan dan penahanan hingga mereka terisolasi di rumah singgah ini," kata Farhan. .

Farhan berharap kesadaran publik akan dikategorikan sebagai OTG dari tes kecepatan reaktif untuk meminta perawatan di rumah singgah.

"Jadi tujuan dari rumah tengah ini adalah untuk menampung sekelompok pasien, atau orang-orang tanpa gejala, tentu saja kami tidak ingin mereka berada di tempat isolasi dan untuk mengisolasi diri dari kondisi kamar standar, dan kemudian bersosialisasi dengan masyarakat," jelas Farhan.

Selain menambahkan Farhan, rumah setengah jalan ini dengan 19 kamar dilengkapi dengan fasilitas AC dan Wifi, selain itu perawatan OTG tidak mengesampingkan kemungkinan fasilitas untuk In-Monitoring (ODP).

"Jika ODP tertarik karena ruang isolasi di rumah tidak memiliki standar yang cukup, kita dapat mengisolasi diri di rumah singgah ini," katanya.

Staf medis Farhan di pusat itu, Farhan menjelaskan, akan menempatkan seorang perawat di klinik radius di kota di mana ia akan ditugaskan ke dokter yang bertugas.

"Mengenai diet pasien sendiri untuk memenuhi standar gizi, kita harus datang dari rumah sakit Agoesdjam," katanya.

Farhan melanjutkan dengan mengatakan, untuk keluarga yang akan mengirim makanan dan pakaian selama masa isolasi, pasien hanya akan diizinkan keluar dari rumah jaga.

"Di pos kami menyediakan asisten militer dan polisi untuk mengumpulkan data," tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan juru bicara Satuan Tugas Veteriner Covid-19, Rustami mengatakan, 9 OTG yang berada di rumah sakit Agoesdjam akan dipindahkan ke tempat penampungan.

"Lalu untuk ODP jika tidak ada cukup ruang isolasi di rumah, kami mengundang mereka jika mereka ingin perawatan di rumah singgah ini," katanya. (adv / Jay).

[ad_2]

Source link