Selama Pandemi, desa di Samarinda dikelilingi oleh Penduduk

<pre><pre>Selama Pandemi, desa di Samarinda dikelilingi oleh Penduduk

[ad_1]

Merdeka.com – Pandemi Corona tidak pasti kapan akan berakhir. Para pekerja tidak di-PHK, jadi mereka dipecat. Penduduk Samarinda bergegas ke Perusahaan Umum Pegadaian untuk mendapatkan dana segar. Emas dominan dan mapan.

Selama sebulan terakhir, Kantor Pegadaian Cabang Umum di Jalan Basuki Rahmad Samarinda telah dikunjungi warga. Mereka datang untuk meminjam barang-barang yang menghasilkan uang, seperti perhiasan.

"Saya masuk ke pajak hipotek, karena tujuan saya adalah untuk meningkatkan hipotek, karena saya tidak bisa membayar untuk hal-hal," kata salah satu pembayar pajak Karlos, yang bertemu di kantor Perum Pegadaian di Jalan Basuki Rahmad, Samarinda, Senin (20/20) 4).

Karlos juga mengaku kesulitan mengganti barang yang disewa. "Sulit menghasilkan uang karena efek Corona ini. Saya seorang tukang ojek online, dan sekarang ini sangat sepi," katanya.

Peningkatan transaksi pada pajak hipotek saja, naik 20 persen selama sebulan terakhir. Barang hipotek, seperti perhiasan emas, masih mendominasi hingga 80 persen. Sebab, harga emas naik per gram.

"Memang, ini merupakan peningkatan dalam transaksi pelanggan kami. Ini seperti pengisian sekitar 80 persen emas, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," kata Kepala Layanan Pelanggan Samarinda Perum Perum, Zulkifli.

Dia menjelaskan, untuk emas per gram nilainya sekitar Rs 700k. "Sesuai standar kami. Sebelumnya, Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu per gram dalam waktu normal," katanya. [fik]

[ad_2]

Source link