Sering Mati, Dewan Membutuhkan Manajer PL3 UP3 Ketapang untuk diganti – Ketapangnews.com – Ketapang News Portal

ilustrasi-mati-listrik-dan-listrik-padam

[ad_1]

ilustrasi-mati-listrik-dan-mati-listrik
Ilustrasi gangguan pasokan daya.

COVERNEWS.COM– Warga Kabupaten Ketapang mengeluh tentang pemadaman listrik oleh Ketapang PLN UP3. Karena dalam satu hari listrik akan habis 5 kali.

Legislator Ketapang Abdul Sani meminta PLN Kalimantan Barat untuk mengevaluasi kinerja kepemimpinan Ketapang PLN UP3 untuk kinerjanya sejauh ini.

"Setiap tahun sebelum bulan suci Ramadhan, listrik padam, dan bahkan hari ini 5 kali listrik mati," katanya, Kamis (16/4).

Sani menjelaskan bahwa situasi ini tentu membuat frustrasi publik karena saat ini orang diminta untuk tinggal di rumah dalam upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19, tetapi PLN terus melakukan jadwal yang terus menerus dan bahkan merusak yang kadang-kadang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Pada saat-saat seperti ini, setiap orang harus dapat saling membantu, jika listrik padam, dan bagaimana orang dapat melakukan pekerjaannya di rumah.

"PLN harus mewaspadai hal ini, tidak setiap kali Ramadhan. Selalu ada alasan untuk memperbaiki mesin atau mesin yang rusak seolah-olah berencana untuk menangani pemberantasan tidak mungkin," katanya.

Selain itu, pemberantasan tidak boleh membuat publik berpikir bahwa penghapusan ini disengaja berulang-ulang karena orang sekarang mendapatkan listrik dan token lainnya.

Untuk alasan ini, Sani meminta agar PLN Wilayah Kalimantan Barat mengevaluasi kinerja Manajer PLN di UP3 Ketapang sebagai penanggung jawab Ketapang sehingga ada motivasi untuk mengambil tanggung jawab untuk memecahkan masalah klasik pemurnian listrik di Ketapang.

"Jangan tergoda untuk dibiarkan sendiri, orang tidak bisa lagi mempercayai PLN karena masalah pasokan listrik belum terselesaikan sejauh ini," katanya.

Menurutnya, jika itu harus dievaluasi, lakukan meskipun dianggap tidak tepat, maka harus segera diganti oleh orang lain yang mungkin memiliki program yang menangani masalah pemberantasan di Ketapang.

Apolonius Salim (44), warga Desa New Majesty, mengatakan ia kecewa dengan layanan Ketapang PLN UP3. Karena luka bakar terus menerus terjadi bahkan dalam sehari dapat lebih dari 3 kali listrik di daerah tersebut.

"Kinerja PLN di Ketapang buruk, pada saat seperti ini, pemadaman listrik saat ini cenderung mengganggu kegiatan kami," keluhnya.

Terlebih lagi, anak-anak saat ini sedang melahirkan
Ujian online tentu saja merasa sangat terganggu dengan hal ini, ditambah penundaan berulang dalam sehari juga dianggap mampu merusak barang elektronik.

"Kami bertanya apakah kami tidak bisa bekerja mundur," katanya.

Menurutnya, orang Ketapang sering menjadi korban pemadaman listrik, tidak hanya untuk kegiatan yang terganggu tetapi untuk banyak barang elektronik yang rusak karena seringnya lampu, tentu saja tidak ada ketidakpercayaan publik terhadap Ketapang PLN.

Gangguan pembangkit listrik

Menurut wartawan, Manajer PLN Ketapang UP3 Wilfrid Siregar mengakui bahwa ia terus mencoba untuk menormalkan sistem operasi listrik Ketapang karena gangguan pada unit PLTA 1 dan 2 Sukabangun dan PLLU Tembilok.

"Saat ini pekerjaan sedang dilakukan untuk meningkatkan boiler PLTU, dan diharapkan pekerjaan akan berjalan selama 7 hari ke depan," katanya.

Dia mengatakan dengan kendala ini, PLN harus menghentikan sementara aliran listrik untuk jangka waktu 2 hingga 3 jam untuk mengurangi dampaknya.

Karena alasan ini, mereka meminta maaf dan meminta dukungan agar perbaikan segera diselesaikan.

"Aku turut berduka atas ketidaknyamanan ini," katanya. (Jay).

[ad_2]

Source link