Setelah Harga Minyak, Dow Jones kehilangan 500 Poin

<pre><pre>Setelah Harga Minyak, Dow Jones kehilangan 500 Poin

[ad_1]

Jakarta, CNBC Indonesia Pasar saham Amerika Serikat (AS) turun lebih dari 500 poin pada pembukaan perdagangan, Senin (20/4/2020), mengikuti patokan harga minyak mentah bullish.

Dow Jones Industrial Average tergelincir 531 poin pada pembukaan perdagangan pukul 08:30 waktu setempat (21:30 sore), dan 20 menit kemudian turun 346,57 poin (-1,43%) menjadi 23.895,92. Indeks Nasdaq turun 53,1 poin (-0,61%) menjadi 8.597,04 dan S&P 500 turun 30,98 poin (-1,08%) menjadi 2.843,58.

Koreksi pasar saham mengikuti penurunan tajam harga minyak mentah karena tangki penyimpanan AS penuh sementara permintaan menurun karena wabah COVID-19. Karena itu, harga mulai laku.

Harga kontrak berjangka (masa depan) Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun 36% menjadi US $ 11 per barel, sementara kontrak pengiriman Juni turun 8% menjadi US $ 22,78 per barel dan pengiriman Juli turun 5%.

"Pergerakan pasar minyak sulit dipercaya ketika kita benar-benar kehabisan penyimpanan," kata Peter Boockvar, Kepala Kelompok Investasi Bleakley Advisory Group, dalam laporan penelitiannya, yang dikutip oleh CNBC Internasional.

Awal bulan ini, analis Goldman Sachs memperingatkan bahwa koroner akan negatif untuk harga minyak dan akan mengirim harga minyak mentah ke wilayah negatif. Bank investasi memperkirakan bahwa harga minyak Brent akan tetap di US $ 20 per barel tahun ini.

Minyak jenis Brent umumnya dieksploitasi di lepas pantai di mana tangki penyimpanan dapat mempertahankan produksinya secara bebas. Sementara itu, minyak jenis WTI diproduksi di daratan yang, menurut Goldman Sachs, lebih sulit dipertahankan dan lebih mudah dikonsumsi di pasar.

Berfokus pada minyak, pelaku pasar mengabaikan sentimen positif tentang obat COVID-19 yang terbang di bursa saham Jumat lalu. Pernyataan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin tentang kesepakatan yang lebih dekat dengan Kongres pada paket stimulus kedua juga diabaikan. Padahal, penyelamatan itu melibatkan total US $ 349 miliar.

PENELITIAN CNBC PENELITIAN INDONESIA



(ags / ags)


[ad_2]

Source link