Siswa Sekolah Dasar Menyumbangkan Tabungan Rp 400 Ribu untuk Membeli APD

<pre><pre>Siswa Sekolah Dasar Menyumbangkan Tabungan Rp 400 Ribu untuk Membeli APD

[ad_1]

Mochammad Hafidh Al-Bukhori (9 tahun) membawa satu bungkus biskuit berupa Kantor Polisi Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Kamis (16/4) siang. Ibu Hafidh, yang menemani putranya, Rikoh Rotikoh, mengatakan bahwa putranya selalu menyisihkan uang saku.

"Jadi (Hafidh) jangan menyimpan uang, di sini mah Jika Anda ingin makanan ringan, saya akan memberi Anda dua ribu, "kata Rikoh.

Tindakan Hafidh dan ibunya direkam dalam sebuah video di Twitter yang diunggah oleh kantor Polisi Hubungan Masyarakat. Dalam video itu tampak bahwa Hafidh dan ibunya sedang berbicara dengan seorang polisi.

Rikoh, yang menjual bakso setiap hari, mengatakan bahwa Hafidh tergerak untuk membantu setelah menonton berita tentang kekurangan APD.

"Aku ingin memberikannya kepadanya tetapi tidak ada uang," katanya. Eh, tapi ada sedikit penghematan. Tapi bukankah itu untuk saudara? Ya, biarkan kakaknya belum menikah. Dia berkata maaf, Nyonya, "Dia menceritakan kisahnya dengan bocah itu.

Hafidh juga melepaskan tabungannya dan saudara perempuannya, Azrilia (8 tahun), yang telah mengumpulkan $ 453.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Atalia Praratya berpose bersama Azrilia di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (4/4/20). (Foto: Kesopanan / PR Jawa Barat)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Atalia Praratya berpose bersama Azrilia di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (4/4/20). (Foto: Kesopanan / PR Jawa Barat)

Hafidh Bertemu Ridwan Kamil

Keluarga menyambut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, yang mengundang mereka bertiga ke Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (17/4) siang ini.

Gubernur, umumnya dikenal sebagai Emil, mengatakan bahwa sementara Hafidh dan Azrilia masih di sekolah dasar, keduanya memiliki kekhawatiran besar setelah wabah COVID-19.

"Adalah logis bahwa pada usia keberanian untuk membantu masyarakat sehingga dapat memberikan dorongan moral, jika kedua anak ini dapat memiliki semangat itu, mengapa tidak kita sebagai orang dewasa," tambahnya.

Tabungan Hafidh dan Azrilia diterima langsung oleh gubernur dan akan didistribusikan melalui badan non-pemerintah Mobile Jawa Barat.

Selama pertemuan, Azrilia Alya Nabila, seorang siswa Tingkat 1, berbagi keprihatinannya.

"Uang itu berasal dari bank, ada dua isinya, uang itu diberikan kepada mama, uang itu disumbangkan untuk membeli topeng dan kemudian ke dokter yang membutuhkannya," kata Azrilia.

Hafidh, yang merupakan siswa kelas 3 SD, mengundang masyarakat untuk berpartisipasi dalam menyumbang ke Covid-19.

"Kawan-kawan, mari kita bantu Anda terbebas dari virus koroner dengan menabung, dan kemudian menabung dapat membantu Anda menangani Covid-19," kata Hafidh.

Dengan bantuan Hafidh dan Azrilia, Pemerintah Daerah Jawa Barat juga memberikan bantuan modal usaha kepada kedua anak itu.

"Kami membantunya mengumpulkan uang untuk menumbuhkan bisnisnya. Terima kasih kepada Hafidh dan Azrilia. Saya harap Tuhan akan membalas budi dan keberuntungan," kata Emil.

Anggota tentara membantu mendistribusikan peralatan medis ke rumah sakit di tengah wabah virus koroner di Bandara Riwut, Kalimantan Tengah, 4 April 2020. (Foto: Antara Reuters)

Anggota tentara membantu mendistribusikan peralatan medis ke rumah sakit di tengah wabah virus koroner di Bandara Riwut, Kalimantan Tengah, 4 April 2020. (Foto: Antara Reuters)

APD Masih Kurang

Juru bicara pemerintah Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan kebutuhan APD di Indonesia hingga Mei diperkirakan mencapai 3 juta. Hingga Senin (13/4) pemerintah mengklaim telah mengirim 800 ribu APD ke berbagai kota di Indonesia. Transmisi dilakukan secara bertahap menggunakan pesawat militer.

Potret diri seorang dokter menggunakan jas hujan alih-alih alat pelindung (PPE) di tengah wabah virus koronal (COVID-19) di Bandung, Jawa Barat, 23 Maret 2020. (Foto: Miss via Reuters)

Potret diri seorang dokter menggunakan jas hujan sebagai ganti alat pelindung (PPE) di tengah wabah virus koronal (COVID-19) di Bandung, Jawa Barat, 23 Maret 2020. (Foto: Miss via Reuters)

Namun, outlet media di berbagai kota masih melaporkan kekurangan peralatan perlindungan pribadi dalam bentuk masker, sarung tangan dan pakaian pelindung (jas hazmat).

Perhimpunan Dokter Indonesia (PUDI) mengeluarkan surat terbuka tertanggal 10 April, yang menuduh kurangnya APD kepada Presiden Jokowi. PUDI mengatakan ratusan ribu dokter dan petugas kesehatan khawatir bahwa APD langka dan harga naik.

Tenaga medis di Bekasi, Medan, Bali, dan kota-kota lain harus mengenakan jas hujan karena persediaan APD habis. [rt/em]

[ad_2]

Source link