Surabaya Mulai Sulit Mendiskusikan Opsi untuk Melaksanakan PSBB

[ad_1]

Surabaya (newsjatim.com) – Pemerintah Kota Surabaya memastikan bahwa mereka mulai serius untuk membahas opsi pelaksanaan Skala Besar Skala Sosial (PSBB). Hal ini dinyatakan oleh M. Fikser sebagai Ko-19 Koordinator Satuan Tugas Ko-19 Kota Surabaya. "Yang jelas adalah bahwa (PSBB) menaruh perhatian, dan kami menanggapi saran PERSI dengan serius," katanya.

Namun, Fikser mengakui bahwa sampai berita ini ditulis, tidak ada sikap resmi dari Pemerintah Kota Surabaya mengenai PSBB. "Kami akan memberi tahu media bagaimana tanggapan Pemerintah Kota Surabaya," kata Fikser, Minggu (4/4/2020).

Sebagai referensi, penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Rumah Sakit Indonesia (PERSI) membuat saran bahwa penting bagi kota Surabaya untuk menerapkan CBS. Melalui studi epidemiologi yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM), telah dilakukan penilaian yang mengacu pada metode penilaian epidemiologis yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) terkait dengan PSBB.

Berdasarkan penilaian ini, skor total untuk Surabaya adalah 10, atau lebih tinggi pada skala peringkat. Beberapa hal yang perlu diingat termasuk penggandaan waktu yang telah terjadi empat kali, dan ada transmisi Level 2 (penyebaran) dan transmisi lokal dan regional.

Sebaliknya, pada Sabtu (4/4/2020) di Kota Surabaya terdapat 1806 ODP (orang di bawah pengawasan), 703 PDP (pasien di bawah pengawasan), 262 kasus positif Corona dari Surabaya, dan 8 kasus positif Corona dari luar Surabaya. [ifw/suf]

[ad_2]

Source link