Tiga Kedutaan Besar Indonesia di Eropa memudahkan warga negara Indonesia di Polandia untuk kembali ke Indonesia

Tiga KBRI di Eropa fasilitasi WNI di Polandia kembali ke Tanah Air

[ad_1]

London (ANTARA) – Sebanyak 17 pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja di Polandia dan seorang mahasiswa belajar di S2 di Kota Asrama Poznan, Polandia setelah menempuh perjalanan lima jam sejauh 520 km dari kota Warsawa ke Kota Industri, Polandia dan terus menggunakan kereta dari Jerman akhirnya tiba di Schiphol internasional di Belanda.

Warga negara Indonesia segera dioperasikan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Den Haag dengan menyediakan penjemputan di bandara, menyediakan akomodasi, penggunaan, pemeriksaan suhu tubuh, masker, sarung tangan dan pembersih tangan untuk memastikan kesehatan warga negara Indonesia sebelum kembali ke negara tersebut.

Penasihat Kedutaan Besar Indonesia di Kantor Urusan Sosial dan Politik Denhaag, Fery Iswandy, mengatakan kepada ANTY London pada hari Sabtu bahwa dari pemantauan oleh Kedutaan Indonesia di Den Haag, orang Indonesia terlihat sehat dan tidak menunjukkan gejala yang menunjukkan masalah kesehatan.

Wabah COVID-19 di Eropa masih di luar kendali dan telah berdampak besar pada kehidupan warga negara Indonesia yang bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) dan pelajar Indonesia yang telah menyelesaikan pendidikan mereka di Eropa.

Kembalinya 18 warga negara Indonesia telah dipaksa karena kebijakan penguncian sejak 15 Maret, yang dilakukan oleh Pemerintah Polandia. Perwakilan RI di Warsawa, Polandia segera mengambil tindakan untuk memberikan perlindungan kepada orang Indonesia dengan menyediakan tempat berteduh sejak 9 April.

Proses pengembalian juga harus dilakukan dengan transportasi darat dari Polandia, Jerman dan Belanda setelah tiket penerbangan yang dibeli pada 12 April dibatalkan oleh maskapai KLM karena penutupan bandara di Jerman untuk maskapai.

Warga melakukan perjalanan lima jam dalam 520 km dari kota Warsawa ke kota Kustryn, Polandia Barat pada 16 April. Pada hari yang sama, perjalanan dilanjutkan dari Kustryn ke Osnabruck Hbf, Jerman selama 4,5 jam pada 512 km.

Di Jerman, orang Indonesia sedang dikawal oleh Kedutaan Besar Indonesia di Berlin dalam persiapan untuk perjalanan Indonesia selanjutnya dengan kereta api dari Osnambruc Hbf ke Bandara Internasional Schiphol, Belanda.

Setelah tiba di bandara internasional Schiphol di Belanda pada 16 April, orang Indonesia segera dikendalikan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Den Haag dengan menyediakan penjemputan di bandara, akomodasi, penggunaan, pemeriksaan suhu tubuh, masker, sarung tangan dan pembersih tangan untuk memastikan kesehatan warga negara Indonesia sebelum kembali ke rumah.

Setelah menghabiskan malam di Belanda, pada hari Jumat mereka berangkat ke Indonesia dengan maskapai penerbangan Indonesia Garuda.

Kembalinya 18 warga negara Indonesia dari Polandia berhasil dilakukan dan berkat kerja sama yang erat dan koordinasi yang baik antara Kedutaan Besar Indonesia di Warsawa, Kedutaan Indonesia di Berlin dan Kedutaan Indonesia di Den Haag.

Upaya ini telah menjadi fokus Pemerintah Republik Indonesia di luar negeri melalui Perwakilan Indonesia untuk memberikan perlindungan kepada semua orang Indonesia di mana pun mereka berada dan untuk memastikan kehadiran negara itu kepada orang Indonesia yang membutuhkan.

(ZG)

Penyiar: Zeynita Gibbons
Editor: Triono Subagyo
HAK CIPTA © Antara 2020

[ad_2]

Source link