Tiga Korban Nol Jiwa Nol ASEAN dari Korona, Inilah Rahasianya

<pre><pre>Tiga Korban Nol Jiwa Nol ASEAN dari Korona, Inilah Rahasianya

[ad_1]

Jakarta, CNBC Indonesia Jumlah total kasus koroner positif di Indonesia telah mencapai 6.248 kasus dan menewaskan 535 orang. Tapi tahukah Anda bahwa negara-negara tetangga di Asia Tenggara seperti Vietnam, Laos, dan Kamboja tidak memiliki kematian COVID-19.

Seperti dilansir Worldometers pada 19 April pukul 04:10 GMT, Vietnam memiliki 268 kasus koroner di mana 201 orang telah pulih dan tidak ada kematian yang dilaporkan. Sementara di Laos hanya ada 19 kasus, 2 pulih, dan tidak ada kematian. Sementara di Kamboja ada 122 kasus dan 103 di antaranya pulih.

Berikut adalah beberapa cara lain negara ini telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi jumlah kasus dan kematian:



Vietnam

Tindakan cepat

Pada tanggal 1 Februari, Vietnam memulai serangkaian inisiatif untuk mengatasi penyebaran virus COVID-19, dengan menghentikan semua penerbangan ke dan dari China. Mereka juga memutuskan untuk menutup sekolah setelah liburan Tahun Baru Imlek. Selanjutnya, semua kendaraan darat seperti bus, mobil sewaan, taksi akan ditangguhkan, kecuali kendaraan layanan pengiriman makanan.

Karantina 21 hari

Dua minggu setelah menghentikan penerbangan ke dan dari China, karantina 21 hari diberlakukan di provinsi Vinh Phuc, utara Hanoi. Keputusan itu dipicu oleh kekhawatiran akan status kesehatan pekerja migran yang kembali dari Wuhan, Cina, tempat virus koroner pertama kali terinfeksi.

Jarak fisik

Implementasi kebijakan akan berlanjut hingga akhir April. Jarak fisik mereka bukan untuk menghentikan perdagangan atau layanan penting, tetapi untuk mencegah masyarakat meninggalkan rumah tanpa kebutuhan mendesak.

Pemerintah Vietnam juga menyediakan ultimatum bagi semua orang untuk mengenakan topeng di tempat-tempat umum seperti supermarket, stasiun, bandara dan semua angkutan umum.

Protokol kesehatan

Perwakilan WHO di Vietnam Dr Kidong Park mengaitkan keberhasilan Vietnam dalam mencegah penyebaran virus koroner dengan tindakan proaktif dan konsistensi pemerintah. Petugas kesehatan Vietnam membuat protokol untuk menilai infeksi dan tingkat keparahan:

– Dokter diminta mengobati gejalanya, seperti demam

– Pasien menjalani diet ketat dan bergizi

– Pantau tingkat saturasi oksigen dalam darah pasien

Vietnam juga telah mendirikan 30 pusat skrining nasional untuk tes diagnostik COVID-19, dan ada 45 tim yang akan merespons dengan cepat untuk membantu perawatan kesehatan dalam mengelola sejumlah pasien.

Laos dan Kamboja

Sementara itu, Laos telah mengunci perbatasan sejak ledakan di Cina. Negara ini juga menutup sekolah dan meminta rumah sakit untuk berjaga-jaga.

Menurut The Strait Times, dengan bantuan WHO dan para mitranya, kementerian kesehatan Laos telah mengembangkan sistem deteksi yang kuat untuk menanggapi ancaman kesehatan. "Ini (termasuk) memiliki laboratorium dan serangkaian wabah epidemiologis yang menyebar di seluruh negeri," kata Dr Reiko Tsuyuoka, pejabat WHO untuk kasus darurat.

Kamboja sendiri telah memerintahkan penutupan semua perbatasan dan wilayah. Shutdown nasional bahkan akan berlangsung pada 16 April.

Mengutip The Nation Thailand, sebuah institusi domestik juga telah dikerahkan untuk mendiagnosis dan mengidentifikasi kasus-kasus koroner secara nasional. Akibatnya 57,63% kasus dilaporkan sembuh.

[Gambas:Video CNBC]

(angsa)


[ad_2]

Source link