Trump Mengatakan China Menjadi Bertanggung Jawab

<pre><pre>Trump Mengatakan China Menjadi Bertanggung Jawab

[ad_1]

indopos.co.id – Presiden AS Donald Trump, Sabtu (4/4/2020) mengatakan Cina harus menghadapi konsekuensi jika benar-benar bertanggung jawab atas wabah virus koroner.

"Jika itu adalah kesalahan, itu adalah kesalahan. Tetapi jika mereka secara sadar bertanggung jawab, ya saya pikir akan ada konsekuensinya," kata Trump kepada wartawan pada konferensi pers hari ini.

Dia tidak memberikan informasi terperinci tentang tindakan apa yang mungkin dilakukan Amerika Serikat.

Trump dan sejumlah pembantu senior telah mengeluarkan kritik tajam terhadap China, yang dianggap transparan setelah virus koroner muncul di Kota Wuhan, Cina.

Minggu ini, Trump menghentikan bantuan untuk Organisasi Kesehatan Dunia, yang katanya mendukung China.

Washington dan Beijing, dua ekonomi terbesar di dunia, secara terbuka memperdebatkan virus itu.

Trump awalnya memuji langkah Cina untuk mengatasi koroner tetapi ia dan beberapa pejabat AS lainnya juga menyebut wabah "virus Cina" dan dalam beberapa hari terakhir telah meningkatkan retorika mereka.

Trump mengatakan hubungan AS-Cina bekerja sangat baik sehingga mereka kemudian melakukan ini. Dia merujuk pada pernyataannya tentang fase pertama perjanjian sektor pertanian, yang baru-baru ini dicapai dengan tujuan mengobarkan perang dagang antara kedua negara.

Menurut Trump, pertanyaannya sekarang adalah apa yang terjadi pada virus koronal, apakah itu kesalahan yang tak terhindarkan, atau disengaja? "Ada perbedaan besar di antara keduanya," katanya.

Trump juga telah mengangkat keprihatinan tentang laboratorium virologi di Wuhan.

Fox News minggu ini melaporkan bahwa laboratorium dapat mengembangkan virus koroner sebagai bagian dari upaya China untuk menunjukkan kemampuannya untuk mendeteksi dan melawan virus.

Trump mengatakan pemerintahannya sedang bekerja untuk menentukan apakah virus telah muncul dari laboratorium China. Selain itu, Trump meragukan catatan kematian Tiongkok karena penyakit virus koroner Covid-19 yang baru, yang kemudian direvisi pada Jumat (17/4/2020).

China mengatakan bahwa sebanyak 1.300 orang meninggal akibat Covid-19 di Kota Wuhan, tak terhitung jumlahnya. Angka ini setengah dari total. Namun, Cina membantah tuduhan bahwa mereka mendekati jumlah tersebut. (semut)

[ad_2]

Source link