Wakil Walikota Bogor: Warga yang Terkena Covid-19 bukanlah Misbar

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim.

[ad_1]

Wakil walikota mengatakan bahwa misbar atau penyakit mental akan memburuk.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Wakil walikota Bogor Dedie A Rachim menolak kewarganegaraannya sebagai orang miskin baru (Misbar) karena wabah Covid-19. Menurutnya, istilah itu akan memperburuk kesehatan mental masyarakat.

"Aku lebih cenderung disebut penduduk Covid-19. Tidak ada Misbar. Jika kamu masuk dalam kategori miskin maka secara mental akan miskin. Tidak! Sabtu (18) / 4).

Istilah Misbar, Dedie menjelaskan, tampaknya negara merencanakan kemiskinan untuk rakyat. Sebenarnya tidak seperti itu.

Tugas negara bukanlah untuk memperkaya rakyat, tetapi untuk mensejahterakan rakyat. "Saya wakil walikota kota, tujuan kemakmuran tidak membantu rakyat," kata Dedie.

Di kota Bogor, lanjut Dedie, ada sekitar 55 ribu orang yang terkena dampak Covid-19 yang termasuk dalam kategori Non-DTKS (Data Kesejahteraan Sosial Terpadu). Ia mengatakan, Pemerintah Kota Bogor akan berusaha mendapatkan penghuni untuk mendapatkan bantuan.

Dedie meminta warga Bogor untuk memahami bahwa tidak semua warga termasuk dalam data non-DTKS. Karena itu, ia berharap, warga tidak akan memperjuangkan bantuan di tengah wabah Covid-19.

"Maaf, jangan tiba-tiba mengaku miskin, jangan. Ini akan menjadi masa yang sulit. Tapi kita tidak mau dikategorikan miskin. Kita harus memiliki kebanggaan.

[ad_2]

Source link