YARA Meminta Pemerintah Daerah Aceh Barat Dibuka dalam Menggunakan Belanjawan Covid-19

AJNN.net - Aceh Journal National Network

[ad_1]

YARA Meminta Pemerintah Daerah Aceh Barat Dibuka dalam Menggunakan Belanjawan Covid-19
Ketua YARA Aceh Barat, Hamdani. Foto: Untuk AJNN

ACEH BARART – Yayasan Advokasi Rakyat Kabupaten Aceh Barat (YARA) meminta pemerintah daerah untuk bersikap terbuka dalam menguruskan anggaran Penyakit Coronavirus (Covid 19).

Di samping itu, Dewan Perwakilan Daerah (DPRK) setempat juga harus memantau sistem penggunaan anggaran agar tidak disalahgunakan. Oleh kerana belanjawan pemfokusan semula bukanlah belanjawan yang memerlukan persetujuan dewan dalam penggunaannya sehingga terdedah kepada rasuah.

Ketua YARA Aceh Barat, Hamdani, mengatakan bahawa penggunaan anggaran pada masa ini berwarna kelabu atau tidak jelas ke arahnya.

"Pemerintah Kabupaten Aceh Barat harus transparan di mana pun penggunaan anggaran yang bernilai puluhan miliar yang dialihkan dari berbagai jawatan untuk kepentingan menangani Covid-19," kata Ketua YARA Aceh Barat, Hamdani, Senin (20/4).

Hamdani mengatakan, hingga kini dia tidak pernah memperoleh maklumat mengenai perolehan alat perubatan dari peruntukan anggaran Covid-19 yang dialihkan dari pelbagai jawatan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, hingga saat ini untuk alat perubatan seperti Peralatan Perlindungan Diri (PPE) untuk pekerja kesehatan, di daerah setempat adalah hadiah dari pemerintah provinsi dan pusat, dan juga dari perusahaan yang beroperasi di Aceh Barat.

"Kami mendapat maklumat jika alat perubatan yang datang adalah bantuan. Jadi untuk anggaran, katanya, untuk apa Aceh Barat digunakan dan apa yang dibeli, "katanya.

Di samping itu, dia berharap dalam peruntukan anggaran untuk pengendalian Covid 19 tidak akan ada pertindihan dalam pengelolaannya, misalnya untuk jaring keselamatan sosial, pada masa ini terdapat bantuan makanan asas untuk orang miskin yang tidak bertindih antara bantuan pusat dan provinsi kepada penerima mereka.

"Saya berharap bahawa pemerintah juga akan memperuntukkan anggaran untuk pendidikan untuk masyarakat dalam mencegah Covid-19 melalui sosialisasi," katanya.

Dia juga meminta DPRK untuk mengawasi setiap penggunaan anggaran Covid 19, apalagi anggaran dalam perolehan tanpa melalui proses tender kerana dianggap dana kecemasan bencana.

"Jika tidak dipantau, kami khawatir dari titik harga mungkin ada kenaikan harga, dan juga bahawa bantuan pihak lain dalam tuntutan tersebut akan menjadi bantuan daerah yang dapat menyebabkan laporan palsu. Oleh itu kami meminta DPRK aktif, anggaran ini tidak kecil, "katanya.

[ad_2]

Source link